Pramesti Ayu Pinandhita
Mahasiswi Fakultas Psikologi
Uniersitas Proklamasi 45 Yogyakarta

Yogyakarta adalah salah satu provinsi yang terkenal dengan istilah kota pendidikan. Selain terkenal dengan kota pendidikan, Yogyakarta juga memiliki banyak tempat-tempat wisata yang membuat para wisatawan betah untuk berlama-lama menghabiskan waktu di Yogyakarta, dan membuat para wisatawan ingin kembali menikmati keindahan kota Yogyakarta. Wisata di kota Yogyakarta sangat bermacam-macam. Selain terkenal dengan wisata budayanya, Yogyakarta juga memiliki wisata kuliner yang sangat beragam makanannya.
Salah satu wisata kuliner yang terkenal di Yogyakarta adalah gudeg. Gudeg adalah makanan khas dari Yogyakarta yang rasanya sangat manis. Makanan ini cukup unik karena proses pembuatan gudeg selain prosesnya tidak mudah, pembuatan gudeg ini juga membutuhkan waktu yang lama. Selain gudeg, ada juga kuliner yang sangat terkenal di Yogyakarta yaitu nasi kucing. Nasi kucing adalah makanan yang berupa nasi beserta lauk-lauknya yang berukuran kecil seperti seukuran dengan makanan kucing, maka dari itu disebut dengan nasi kucing. Kuliner-kuliner yang ada di Yogyakarta sangat bermacam-macam dan harganya juga murah-murah. Bagi para wisatawan, hal ini sangat menarik karena tidak di setiap tempat mereka bisa menikmati makanan dengan harga yang sangat terjangkau.
Tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa terkadang di suatu tempat makan yang sudah laris dan banyak pengunjunganya tiba-tiba menjadi sepi pengunjung. Apa saja faktor-faktor yang menjadi penyebab terjadinya penurunan pengunjung? Banyak faktor yang bisa menjadi penyebab turunnya minat wisatawan untuk menikmati makanan di tempat-tempat tertentu. Salah satu faktor yang bisa menjadi penyebab penurunan itu adalah karena sistem managemen dari tempat makan tersebut tidak baik. Tempat makan yang sudah memiliki banyak pengunjung terkadang kurang memperhatikan keseimbangan antara para pekerja dengan banyaknya pengunjung yang datang. Saya menemukan kasus tersebut pada sebuah tempat makan yang memiliki pekerja yang hanya beberapa orang saja padahal tempat makan tersebut sedang menerima pengunjung yang banyak. Dampak yang diterima dari hal tersebut adalah pengunjung menunggu dalam waktu yang lama untuk mendapatkan makanan mereka, padahal mereka sudah ingin menikmati makanan dari tempat tersebut.
Hal-hal seperti ini bisa mengurangi minat mereka untuk mencoba merasakan masakan yang ada ditempat itu. Selain cita rasa yang mereka ingin tampilkan, sebaiknya para pengusaha tempat wisata kuliner ini juga harus memikirkan kenyamanan para pengunjung di tempat tersebut.