MEMASYARAKATKAN MASYARAKAT LEWAT KEGIATAN SOSIAL

Diposkan oleh Label: di


Elisa (Irukawa Elisa)

Foto : Elisa
Sosialisasi merupakan kegiatan bergengsi, khususnya dibeberapa kalangan perkotaan hingga beberapa elite politik memanfaatkan kegiatan sosial untuk menarik simpati masyarakat menengah bawah. Seseorang akan lebih dipandang memiliki reputasi yang lebih terhormat jika memiliki pengalaman organisasi sosial yang banyak.
Masyarakat menengah ke bawah yang mayoritas bermukim di kampung jiwa sosialisasi tentu sudah menjadi bagian dari kehidupan. Saling bahu membahu. Kegiatan sosial kemudian berkembang, menelurkan beberapa kegiatan seperti PKK, Muda-mudi, Ronda, komunitas dan lain sebagainya. Inilah jiwa sosial di negara-negara maju tidak membudaya. Hanya di Indonesialah embrio kerjasama ini tumbuh menjadi budaya. Hal yang sangat sulit, mengingat banyak suku dan jenis masyarakat yang berada di Indonesia.
Seiring perkembangan teknologi, ilmu pengetahuan, dan trobosan canggih memudahkan masyarakat semakin mengendurkan jiwa sosial. Khususnya jiwa sosial kawula muda. Remaja pada dasarnya memiliki pemikiran, dan semangat yang berkoar-koar dalam kegiatan sosial di masyarakat mengalami degradasi. Perlahan-lahan tidak memiliki semangat untuk berkumpul dan menuangkan sebuah ide orisinal. Semakin enggan menolong dan melestarikan budaya karena dipengaruhi banyak sebab, antara lain

1.    Kesibukan diusia remaja, mengingat banyak kawula muda yang mulai sibuk dengan kegiatan dan bisnis yang dirancang mengindikasikan kemajuan dari pendidikan. Dampak buruknya kesibukan tersebut tidak mampu dimanajemen sedemikian, sehingga mengorbankan kegiatan kemasyarakatan sosial. Dampak jangka panjang dalam kemasyarakatan sosial tidak ada regenerasi yang meneruskan. Tidak heran jika modernisasi mengiring pada kehidupan yang cenderung individualis
2.    Malas karena ada beberapa orang dalam kemasyarakatan sosial tidak sejalan. Mengulas tentang kemalasan karena tidak memiliki visi yang sama merupakan hal yang wajar. Ketidaksamaan visi misi biasanya diawali adannya miskomunikasi. Perlu melakukan duduk bersama membicarakan secara baik-baik.
3.    Temperamen bawaan si individu. Setiap individu memiliki watak dan karakter sendiri-sendiri. Di sinilah letak kesukaran menuntun beberapa individu yang mudah tersinggung dan tidak bisa bersosialisasi. Karena hal itulah dalam suatu organisasi kemasyarakatan sosial banyak diikuti orang-orang yang supel. Karena mereka tahan banting dengan komentar panas dan tantangan
4.    Kemajuan teknologi. Kemajuan teknologi tidak dapat dipungkiri menjadikan kawula muda menjadi autis. HP dan Internet menjadi musuh besar  bagi mereka yang tidak mampu memanfaatkannya.

Kemalasan kawula muda dalam kemasyarakatan sosial menjadi ulasan menarik. Banyak sebab kawula muda menarik diri, dan banyak pula tendensi di balik mengikuti kemaysarakatan sosial. Seperti yang terlihat beberapa wilayah yang berada di kawasan pedesaan, menganut istilah simbiosis mutualisme. Alasan mengikuti banyak kegiatan ini bertujuan agar mendapatkan pertolongan balik dari segala kemungkinan yang terjadi.
Manfaat mengikuti jejaring kemasyarakat sosial selain menambah relasi, pengalaman, kepemimpinan, tranformasi, dan jaringan secara tidak langsung sebenarnya melatih akan kemampuan diri. Mengeksplorasi dan menjajaki potensi diri, hal ini tentu menguntungkan. Selain menguntungkan bagi masyarakat sekitar juga menguntungkan komunitas/lembaga sosial itu sendiri.
Sumbangan-sumbangan kecil seperti inilah yang menjadi tonggak besar. Suatu kegiatan masyarakat tidak perlu mengerakkan sesuatu yang besar, cukup melakukan yang terkecil. Ide-ide besar diawali dari ide-ide kecil dan sederhana. Begitupun dengan kemasyarakatan sosial. Kuncinya adalah bagaimana menyusunan tatanan masyarakat yang telah ada ini menjadi wadah yang lebih bermartabat dan memberikan kemanfaatan bagi antar sesama. Membenahi yang kurang sempurna menjadi lebih tertata.

2 comments:

  1. Hidup saling membantu dan peduli terhadap sosial sangat bagus mas..

    salam CSR dari Kami

    ReplyDelete
  2. ingin sekali membantu dalam etika bermoral di era zaman ini

    ReplyDelete
Tidak diperbolehkan adanya unsur sara dan kata-kata yang kurang terpuji

Back to Top