SOCIAL MEDIA MENJADI BAGIAN DARI HIDUP

Diposkan oleh Label: di


Fakultas Tehnik

Social Media (Socmed) kini menjadi prioritas sekaligus sebagai kebutuhan pokok. Sebagian besar dari kita mempunyai jejaring ini. Sebagai awal bahasan, apa itu Social Media adalah media berkomunikasi atau bersosialisasi dengan orang lain secara online sehingga memungkinkan seseorang dapat berbicara satu sama lain dalam ruang online.
            Friendster sangat populer di kalangan sekolah menengah pertama. Friendster inilah salah satu jejaring social media yang sempat melejit. Kini muncul social media yang disediakan seperti facebook, twitter, my space serta masih banyak berjajar antri yang lainnya.
            Manfaat yang didapat diantaranya kesempatan yang lebih luas. Mudah untuk bersosialisasi dengan banyak orang dan tidak jarang menjadi andalan penting dalam meraih keuntungan dan mempromosikan produk maupun bisnis. Keuntungan yang didapatkanpun cukup mengiurkan.
Dampak negative social media disalah fungsikan. Anak-anak sampai dewasa  banyak yang menggunakan jejaring ini, selain keuntungan yang diperoleh. Dampak jejaring social media menjadi suatu kebutuhan pokok. Jika tidak membuka jejaring social sehari merasa ada yang kurang bila tidak membuka akun ini. Kebiasaan menjadikan alasan untuk tidak bisa meninggalkan jejaring sosial. Kecanduan dalam penggunaannya tepat sasaran bila diarahkan ke yang bermaanfaat.

2 comments:

  1. Hallo mas Rauf idolaku, wah tulisannya oke banget ya. Sayangnya, kok cuma pendek banget. Lagi banyak pikiran ya, sehingga kreativitas menulisnya jadi pendek banget. Mas Rauf, orangtua saya sangat gaptek. Terus cara mengubahnya atau membuat orangtua saya menjadi pinter dalam bidang teknologi bagaimana ya? Saya tunggu tulisan mas Rauf berikutnya.

    ReplyDelete
  2. Bagaimana kabar mb?untuk orang tua yang belum kenal teknologi sepertinya sama dengan orangtua saya mb :),untuk mengubah tentunya harus dikenalkan kemudian diajarkan pemanfaatannya.terimaksih

    ReplyDelete
Tidak diperbolehkan adanya unsur sara dan kata-kata yang kurang terpuji

Back to Top