Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Responsive Advertisement

STRESS


Nunuk Priyati
Fakultas Psikologi
 Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta

Dalam kehidupan sehari-hari manusia selalu melakukan aktifitas untuk mencapai suatu tujuan.Terkadangkala seseorang beraktifitas terus-menerus tanpa mempedulikan keadaan pertahanan fisik dan kesehatan mental psikologis diri. Pada saat tertentu, ketika keadaan fisik lemah dan kesehatan mental psikologis diri terganggu yang disebabkan kelelahan pada diri seseorang, seseorang itu dapat mengalami stress. Stress sendiri bisa mengakibatkan seseorang jatuh sakit dan sebuah tujuan dalam aktifitas tidak dapat tercapai secara sempurna.

            Stress sendiri didefinisikan sebagai keadaan lingkungan yang berefek mengancam seorang individu (Scoufis, M, 1993). Tanda – tanda seseorang mengalami stress diantaranya ialah :
1.      Mengalami tekanan perasaan
2.      Mengalami sakit kepala
3.      Berperilaku lebih agresif
4.      Sering menyalahkan diri sendiri
5.      Mengalami depresi dll
Berdasarkan uraian diatas, penulis akan memberikan contoh dan cara memanajemen stress. Seorang pegawai swasta terbiasa bekerja hingga larut malam, sehingga ia tetap merasa nyaman. Tetapi, ketika seseorang pegawai swasta tersebut bekerja larut malam, sehingga ia tetap merasa nyaman. Tetapi ketika pegawai swasta tersebut bekerja hingga larut malam secara terus -  menerus tanpa mempedulikan waktu  istirahat, ia merasa kelelahan dn mengalami sakit kepala dan perasaan marah kepada diri yang tak terkendali tanpa alasan atau sebab yang pasti. Hal tersebut bisa disimpulkan, bahwa pegawai swasta tersebut sedang mengalami stress. Adapun  cara dalam memanajemen stress yaitu dengan memanajen waktu, mencari penasehat financial, lebih pandai dalam memilih kegiatan dan bisa mengontrol perasaan.


Daftar pustaka :
Scoufis, M. (1993). Stress and coping. In mcwalters, M (Resived Edition), understanding psytologi (pp 206 – 224).

Post a Comment

0 Comments