AWAS BAHAYA KULIT MEMATIKAN!

Diposkan oleh Label: di

Elisa
Fakultas Psikologi

Foto : Istimewa
Kulit memiliki sensitifitas terhadap dunia luar. Jangan anggap enteng gatal di kulit sebagai gatal biasa. Gatal di kulit yang akut bisa menyebabkan sakit parah dan menyebabkan kematian. Semua aktifitas kelainan kulit tergantung pada jaringan ternyata ada satu elemen lain seperti kelenjar yang terdapat di dalam kulit.
Jaringan yang ada di kulit ada yang namanya jaringan subkutan. Jaringan subkutan ini memiliki fungsi sebagai lapisan yang dalam yang menghasilkan banyak lemak karena adannya kandungan liposit. Jaringan subkutan inilah yang menjadi bantalan terhadap trauma sekaligus sebagai bantalan antara kulit dan beberapa struktur internal yang lain yang disebut dengan adipose. Salah satu contoh yang dilapisi oleh jaringan adipose ini otot dan tulang.
Beberapa kelenjar kulit terdiri dari kelenjar sebasea, dimana kelenjar ini bertugas sebagai pengontrol sekresi minyak menuju ke folikel rambut dan batang rambut. Kelenjar sebasea inilah yang menjadikan rambut menjadi halus lentur dan lunak. Kelanjar keringat juga salah satu kelenjar kulit. Di kelenjar keringat dibagi menjadi kelenjar ekrin dan kelenjar apokrin.
Kelenjar ekrin sebagai alat pengendali saraf simpatik yang mengatur tentang sekresi berupa keluar keringat. Kelenjar ekrin ini dimiliki hampir setiap kulit manusia, sebagai salah satu pengontrol. Kelenjar apokrin akan membesar di usia pubertas, dan kelenjar apokrin akan berkurang dengan sendirinya jika seorang wanita menginjak pada siklus Menstrulasi. Dimaa kelenjar ini bertugas sebagai pengurai bakteri pada kulit.
Apabila kelenjar kulit ini terganggu dapat menimbulkan penyakit. Banyak jenis penyakit kulit. Salah satu yang ingin penulis ulas di sini kelainan kulit yang disebut Urtikaria dan Angioderma.
Urtikaria
Kelainan kulit Urtikaria ditandai oleh bentol pada permukaan kulit berwarna agak kemerahan dan sedikit bengkak, tentu saja disertai rasa gatal. Rasa gatal ini disebabkan oleh sel mast (sel mast sebagai mediator kimia yang menyebabkan Urtikaria) yang berdekatan dengan saraf perifer dan pembuluh darah. Rasa gatal yang hebat jika digaruk akan menjadi infeksi sekunder, hal ini disebabkan oleh purpura dan excoriasi.
Purpura suatu bentuk penyakit perdarahan dan infeksi, dimana tubuh mulai kehilangan darah dan cairan tubuh. Apabila tubuh memproduksi ekimosis (secara fisik bentuk seperti memar) dan petechiae spontan menyebabkan bocornya cairan obat ke dalam jaringan dimana lokasi infus berada (ekstravasasi) yang dapat merusak jaringan. Hilangnya cairan dan darah pada tubuh inilah yang menyebabkan penderita kelainan kulit bibirnya terlihat kering dan menyebabkan somolens.
Proses terjadinya rasa gatal di kulit tipe Urtikaria karena adannya allergen yang menempel di sel mast sebagai pembentuk antibody IgE (allergen ini sebagai perangsang) sebelum akirnya IgE dan sel Mast saling berikatan. Apabila gabungan IgE dan Sel mast tadi bergabung dengan IgE sel mast yang lain menyebabkan degranulasi, pemicu timbulnya rasa gatal akibat dari pengeluaran histamine. Cairan histamine yang menyentuk saraf perifer inilah yang menyebabkan pembuluh darah mengalami pembengkakan karena penyebab adanya vasodilatasi dan peningkatan permeabilitas. BACA SELANJUTNYA

1 comment:

  1. Mbak Elisa, tulisannya bagus banget. Ada persoalannya yaitu daftar pustakanya tidak tercantum dalam naskah tulisan. Saya jadi ragu menggunakan tulisan mbak Elisa sebagai salah satu referensi penelitian saya tentang kesehatan pribadi.

    ReplyDelete
Tidak diperbolehkan adanya unsur sara dan kata-kata yang kurang terpuji

Back to Top