SEMINAR ENERGI BARU TERBARUKAN:

Diposkan oleh Label: di


MANAJEMEN KEKAYAAN INTELEKTUAL (IP MANAGEMENT)
UNTUK PERGURUAN TINGGI


Arundati Shinta
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogykarta


Pada Seminar Energi Terbarukan yang diselenggarakan di UP45 pada 7 Agustus 2017, telah hadir nara sumber yang keren yaitu Dr. Budi Agus Riswandi, SH, MHum. Beliau berasal dari lembaga yang keren yaitu Balai Penelitian Teknologi Bahan Alam, The Indonesia Institute of Sciences (LIPI), Gunung Kidul, Wonosari, Indonesia 55861. Judul esay yang dipresentasikan adalah Manajemen Kekayaan Intelektual untuk Perguruan Tinggi.

Kekayaan intelektual adalah suatu aset bisnis yang sifatnya tak berujud (intangible assets). Aset ini berperan dalam mendukung strategi bisnis dan penelolaan aset, seperti manufaktur / distribusi.


Contoh kasus manajemen kekayaan intelektual yaitu:
Ø  Pada tahun 1990-an salah satu perusahaan besar di Amerika Serikat telah membuat kebijakan promosi staf R&D (Research & Development), didasarkan pada jumlah paten dan staf diberi penghargaan.
Ø  Dalam praktek, tidak jarang hal ini terhenti ketika perusahaan mengetahui sedikitnya jumlah paten yang mampu dikomersialkan. Atas dasar itu, perusahaan mengubah kebijakannya dengan cara mendorong promosi staf R&D untuk mendapatkan paten yang kemudian dapat mendorong kegiatan berbisnis.
Ø  Sekitar 15 tahun kemudian, perusahaan dapat mengidentifikasikan paten sekaligus portofolio nilai paten yang dapat diperoleh dari unit tersebut (Wipo Magazine, 2008).

Relevansi manajemen kekayaan intelektual bagi perguruan tinggi:
1)    Mendukung akreditasi lembaga pemilik paten.
2)    Mendukung penilaian kinerja dosen
3)    Mendukung kegiatan fund rising, sehingga lembaga tidak hanya bergantung pada SPP mahasiswa saja.
4)    Mendukung kualitas penelitian di kampus
5)    Sarana untuk menarik dana penelitian dari pihak swasta.

Manfaat kekkayaan intelektual untuk organisasi:
1)    A path to minimize risk. Perusahaan melihat kekayaan intelektual sebagai aset hukum. Meminimalkan risiko yang ebrhubungan dengan hukum, antara lain: Kepatuhan pada proses, pengolahankelonggaran produk dan melindungi inovasi di pasar. Ini untuk menghindari litigasi.

2)    A path to cost reduction. Pengurangan biaya ini antara lain melibatkan:
a.    Menyaring portofolio untk menghilangkan paten yang tidak perlu.
b.    Pengetatan kriteria untuk melindungi inovasi dngan paten.
c.    Membuat daftar standar negara – filing.
d.    Meminimalkan pengecualian
e.    Pengetatan proses review internal
f.     Menyelaraskan merek dagang dan merek dengan produk.

3)    A path to value. Kekayaan intelektual bisa digunakan dengan organisasi lain sebagai usaha patungan. Perusahaan awal akan mendapatkan keuntungan karena penggunaan hak paten tersebut, bukan produknya.

4)    A path to strategic value. Kekyaan intelektual digunakan untuk:
a.    Mengubah sifat / arah persaingan
b.    Mengandalkan paten strategis
c.    Memfokuskan kelambali peran R&D.
d.    Memikirkan kembali kemitraan dengan pelanggan, pemasok / pihak lain yang terkait.

Seminar tentang energi ini merupakan upaya konkrit dari Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta untuk membumikan visi dan misinya. Diharapkan para dosen semakin memahami bahwa energi merupakan suatu daya yang sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari.
Post a Comment
Tidak diperbolehkan adanya unsur sara dan kata-kata yang kurang terpuji

Back to Top