CARA MENGHADAPI MASALAH

Diposkan oleh Label: di

Iqbalul Fadhillah
Teknik Mesin
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

           Manusia dalam kehidupan sehari-hari banyak faktor-faktor  yang membuat pribadi manusia tersebut mengalami peningkatan menjadi lebih baik, peningkatan tersebut dialami dalam menempuh kehidupan sehari-hari. Salah satu faktor tersebut yaitu adanya suatu masalah. Dengan adanya masalah, manusia tersebut di haruskan untuk memilih apakah mau menghindar dari masalah, atau menyelesaikan masalah, tapi penulis disini menganjurkan kepada pembaca untuk menyelesaikan masalah tersebut, dikarenakan dengan menyelesaikan  masalah tersebut kita akan menjadi pribadi yang lebih baik lagi, karena kita akan memikirkan efek-efek yang telah di lakukan dan cara mengatasinya. Misalnya andai saja kita berbuat baik atau buruk, manfaat yang kita dapatkan apa?  Manfaat pada teman kita apa? Manfaat pada lingkungan kita apa? Jadi, bagi orang  yang menghadapi masalah akan berfikir. Bagaimana cara menyelesaikan masalah tersebut, disitulah pribadi tersebut akan bertambah dewasa.
           150 hari yang lalu sampai sekarang penulis telah menghadapi  berbagai masalah. Masalah tersebut mulai dari masalah pribadi, keluarga, teman, pekerjaan, dan sekolah di Yogyakarta.
  • Masalah pribadi, penulis kebimbangan dalam memilih keputusan apakah penulis harus tinggal di bandung dengan mempertahankan keinginan atau harus pergi ke Yogyakarta untuk melanjutkan study ke jenjang yang lebih tinggi tanpa ada rencana.
  • Masalah keluarga, keluarga sempat meragukan tentang keputusan yang penulis putuskan karena faktor latarbelakang keluarga penulis.
  • Masalah teman, ada beberapa teman yang gembira mendengar saya melanjutkan study ke jenjang lebih tinggi dan ada juga teman yang kecewa karena tentang keputusan yang di ambil tanpa ada rencana, tapi pada akhirnya mereka mengerti keputusan penulis
  • Masalah pekerjaan, penulis harus meninggalkan pekerjaan yang di senangi, dimana pekerjaan tersebut telah menjadi salah satu faktor untuk menempuh hidup yang lebih baik, sedangkan di Yogyakarta belum tentu  bisa seperti yang sudah terjadi di Bandung, karena keterbatasan penulis.
  • Masalah kuliah, penulis pada saat itu ada sedikit keraguan tentang kuliah di Yogyakarta dengan latar belakang kurang mampu. penulis sempat berfikir bagaimana nanti di Yogyakarta, tapi penulis akui bahwa pikiran tersebut sangatlah salah karena apa yang dilakukan harus dengan rencana yang matang. Tapi penulis akhirnya memberanikan diri bahwa penulis bisa dalam menghadapi semua masalah yang di hadapinya.
           Ada masalah lagi yang belum tertera di atas bahwa penulis, sebelum berangkat ke Yogyakarta aktif di organisasi, dimana organisasi tersebut ada masalah yang belum terselesaikan masih dalam kebimbang, tapi sekarang Alhamdulillah masalah tersebut mulai membaik.
           Dari masalah di atas penulis berusaha melakukan yang terbaik dalam menghadapi masalah tersebut dengan perlahan-lahan (bagaikan air mengalir). Karena masalah tersebut bukan masalah yang kecil, tapi penulis berharap pada pembaca janganlah menyepelekan masalah kecil itu, karena masalah kecil itu bisa menjadi masalah yang begitu besar.
Berikut ini yang pernah dilakukan oleh penulis dalam menghadapi masalah:
ü Perenungan.
Mengingat kembali apa yang telah dilakukan sebelumnya hingga masalah ini muncul, di sini saya mengetahui dari mana kesalahannya hingga terjadi masalah tersebut.
ü Akui kesalahan.
Dengan mengakui kesalahan, hati ini akan merasa lebih tenang dan bisa merencanakan langkah-langkah selanjutnya.
ü Minta maaf.
Meminta maaf pada diri sendiri maupun pada orang lain,sehingga hati dan pikiran akan merasa ringan beban yang dipikul walaupun masih ada bebannya.
ü Memulai merencanakan
kalau sudah melakukan minta maaf langkah selanjutnya merencanakan langkah langkah yang akan dilakukan selanjutnya.
ü Ikhtiar
Dilangkah ini saya berusaha semaxsimal mungkin apa yang telah di rencanakan sebelumnya.
ü Ikhlas dan Sabar
Apa yang telah direncanakan dan di usahakan, lakukan dengan hati yang ikhlas dan sabar tanpa kedua sifat itu apa yang telah direncanakan akan berantakan apalagi diberengi dengan sifat ceroboh.
ü Tawakal
Menyerahkan kembali pada Allah SWT. Allah SWT lah yang maha tahu segalanya.
ü Berdo’a
Apa yang telah direncanakan oleh kita belum tentu baik menurut Allah SWT. Tapi baik menurut Allah SWT akan baik pula hasilnya, maka jalanilah hidup ini. Dan berdo’a pada yang maha mempunyai masalah yaitu Allah SWT dengan meminta petunjuk.
Berikut ini sebagian kata kata mutiara yang menjadi penyemangat penulis dalam menghadapi suatu masalah;
v  Jalani hidup seperti ulat (ulat walaupun gerakannya perlahan tapi pasti tujuannya menjadi kupu kupu yang indah, bisa terbang kemana kupu kupu tersebut inginkan, sekalipun tempat tertinggi di dunia menurutnya).
v  Jalani hidup bagaikan air mengalir (mengikuti alur yang ada, sekalipun melawan arus, harus siap menerima resiko dan berfikir matang).
v  Hidup adalah perlombaan, ada menang ada kalah (berusaha melakukan yang terbaik, meskipun mengalami kegagalan tapi jangan menyerah karena kesuksesan ada di hadapan)
v  Jadikan masalah itu menjadi pecut menuju lebih baik.
v  Jangan mengeluh dan jangan menyerah (mengeluh dan menyerah adalah awal kegagalan maka jangan menyerah dan jangan mengeluh karna itu kunci kesuksesan)
v  Berusaha menuju yang lebih baik dalam mengarungi hidup
v  Keyakinan mu belum tentu keyakinan ku, maka yakinilah apa yang kamu yakini
v  Berani berbuat berani bertanggung jawab (setiap perbuatan harus tanggung jawab meskipun itu hal kecil)
v  Raihlah emasmu dengan sebaiknya emas
v  Maju terus pantang mundur, belakang jadikan cerminan hidup
v  Jangan tanyakan apa yang telah Negara berikan pada kita, tapi kita telah berikan apa untuk Negara
v  Semangat kamu pasti bisa, bisa, dan bisa.
Post a Comment
Tidak diperbolehkan adanya unsur sara dan kata-kata yang kurang terpuji

Back to Top