SOSIALISASI KKNI & WORKSHOP PENYUSUNAN KKNI

Diposkan oleh Label: di


UPAYA PERBAIKAN KURIKULUM PRODI

Arundati Shinta
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta


Adalah Agung Nugroho Adi, ST., MT, yang datang berkunjung ke UP45 pada 5 Desember 2017. Beliau adalah dosen UII Yogyakarta dan juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pengkajian & Pengembangan Standar Mutu Akademik. Jabatan tersebut sangat penting, ibaratnya nadi dari suatu lembaga. Hal ini karena baik atau buruknya produk yang dikeluarkan UII sangat bergantung pada standar-standar yang disusun oleh Pak Aji dan teman-teman (beliau sering dipanggil dengan sebutan Pak Aji, meskipun namanya adalah Adi).

Kedatangan Pak Aji adalah untuk mensosialisasikan KKNI di UP45. Kepanjangan KKNI adalah Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia. KKNI adalah kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor. KKNI ini sangat erat hubungannya dengan kurikulum. Berdasarkan kurikulum tersebut maka lulusan perguruan tinggi akan dikenal kompetensinya. Kurikulum inilah yang membedakan antara lulusan satu perguruan tinggi dengan perguruan tinggi lainnya, meskipun sama fakultasnya.


Dalam KKNI ini ada pertanyaan-pertanyaan mendasar yang sangat mengganggu pengelola perguruan tinggi. Gangguan-gangguan itu pada hakekatnya untuk menyadarkan para pimpinan perguruan tinggi bahwa mahasiswa yang diluluskan itu adalah ujung tombak dari keterkenalan suatu perguruan tinggi. Berikut pertanyaan mendasar dalam KKNI tersebut:
Ø  Kemampuan apa saja yang perlu dimiliki oleh lulusan UP45?
Ø  Apakah selama ini para dosen sudah membantu mahasiswa untuk mendapatkan kemampuan tersebut?
Ø  Apakah pada masa depan profesi dosen masih diperlukan?
Ø  Dosen seperti apa yang diperlukan pada masa depan?
Ø  Para lulusn UP45 bisa apa saja? Lulusan sekarang tidak hanya dituntut tahu tentang banyak hal, tetapi juga harus bisa melaksanakan pengetahuan tersebut.

Apa saja kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh para mahasiswa UP45 untuk menghadapi masa depan yang serba tidak pasti?
Ø  Kemampuan menyelesaikan masalah
Ø  Kemampuan membuat keputusan
Ø  Kemampuan untuk berkolaborasi. Berkolaborasi melalui dunia mayas ternyata sangat sulit, karena sering terjadi salah paham.
Ø  Kemampuan mengembangkan jejaring
Ø  Kemampuan berpikir kritis, bukan mengkritik
Ø  Kemampuan berkomunikasi
Ø  Kemmapuan lainnya yang dianggap penting. Penentuan kemampuan ini menjadi tanggung jawab Dekan, Kaprodi, beserta semua dosen untuk menentukannya.

KKNI ini sebenarnya sudah harus diterapkan di semua perguruan tinggi Indonesia, paling lambat Desember 2017. Situasi di UP45 tidak memungkinkan hal itu terjadi. Salah satu alasannya adalah kami, para dosen UP45, sama sekali belum memahami apa KKNI itu. Untuk mengatasi kesenajangan pengetahuan tersebut, maka pihak UII berkenan untuk memberikan workshop tentang KKNI.

Kurikulum berbasis KKNI tersebut harus sudah dilaksanakan pada semester ganjil yaitu Agustus 2018. Semoga niat itu bisa terlaksana dengan lancar, demi kemajuan UP45.



Post a Comment
Tidak diperbolehkan adanya unsur sara dan kata-kata yang kurang terpuji

Back to Top