TIM PENGEMBANG KUALITAS AKADEMIK & KEBUTUHAN INOVASI

Diposkan oleh Label: di


UPAYA PENINGKATAN MUTU MANAJEMEN

Arundati Shinta
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta


Mengelola perguruan tinggi pada jaman disrupsi seperti ini tentu sangat mencemaskan. Jaman disruspsi adalah masa yang mana cara-cara yang sudah mantab (established) terbukti tidak berlaku lagi sekarang ini. Sebagai contoh, untuk kasus mencari mahasiswa baru. Cara yang pada jaman dahulu manjur untuk dilakukan untuk menjaring mahasiswa baru adalah tim marketing berkunjung ke beberapa SMA. Mereka menyebarkan brosur, mempromosikan kehebatan universitas / fakultas / prodi yang dikelolanya. Selain itu juga diprmosikan tentang kegiatan-kegiatan kemahasiswaan yang menjadi unggulan atau trade mark dari universitas tersebut. Cara lainnya yang terkesan kuno adalah pemberian bea siswa dan promosi di surat kabar (bagian iklan) tentang penerimaan mahasiswa baru.


Untuk universitas besar seperti UGM, UI, ITB, tentu cara-cara seperti itu sudah ditinggalkan. Bahkan mereka sudah tidak perlu lagi mempromosikan diri, ribuan calon mahasiswa baru sudah antre untuk mendaftarkan diri. Universitas besar justru banyak menolak calon mahasiswa baru. Hanya calon mahasiswa yang benar-benar bermutu sajalah yang bisa menjadi mahasiswa universitas bergengsi itu. Begitu banyaknya calon mahasiswa baru yang tidak diterima, maka rasio pendaftar dan mahasiswa yang diterima telah menjadi ukuran seberapa baik universitas tersebut. Semakin senjang rasio itu maka semakin tinggi mutu universitas tersebut.

Untuk universitas-universitas kecil, akankah metode marketing jaman old tetap dipertahankan? Meniadakan cara-cara old agaknya terlalu berani / berisiko tinggi. Meskipun demikian, cara-cara baru tetap harus dibangun. Cara-cara inovatif harus terus dilakukan. Kredonya adalah inovasi atau mati.

Salah satu cara inovatif yang sedang dibangun di Prodi Psikologi adalah dengan menugaskan mahasiswa untuk pergi ke SMA-SMA. Para mahasiswa itu tidak sekedar berpromosi, tetapi justru memperlihatkan sebagian ilmu terapan yang diperoleh di bangku kuliah kepada para murid SMA tersebut. Mereka mengadakan pelatihan psikologi, yang kaya dengan unsur edukasi dan entertaintment. Jangan dikira menyajikan pelatihan psikologi itu mudah. Bahkan apra dosennya saja kadang kala gugup ketika mengadakan suatu pelatihan psikologi.

Kedatangan mahasiswa di SMA-SMA itu merupakan bagian dari tugas perkuliahan. Artinya, bila mahasiswa tidak mengerjakan tugas tersebut, maka mereka terancam tidak lulus / nilainya rendah. Sebetulnya ketrampilan mengelola suatu pelatihan psikologi bisa digunakan untuk mencari uang. Jadi tugas-tugas yang diberikan kepada mahasiswa itu sebenarnya juga melatih mahasiswa agar mereka trampil.

Bagaimana dengan prodi lain? Prodi lainnya misalnya teknik, mungkin sukar untuk mengadakan suatu pelatihan psikologi. Pelatihan psikologi bukan bidang ilmu mereka. Untuk menjembatani kesulitan-kesulitan itu, maka perlu dibentuk suatu tim yang bertugas untuk memikirkan berbagai cara yang out of the box untuk memajukan universitas. Tim itu harus berpandangan luas, tidak fanatik, dan mampu berpikir tanpa beban.

Berangkat dari kegelisahan tersebut, maka Rektor UP45 telah membentuk suatu tim yang bertugas untuk memikirkan berbagai strategi untuk memajukan UP45. Keberadaan tim tersebut sudah legal berdasarkan Surat Keputusan Rektor No. 139/SK.Rek/UP/XII/2017 tentang Pengangkatan Tim Pengembang Kualitas Akademik UP45. Tim tersebut bekerja mulai 5 Desember 2017 sampai dengan 4 Desember 2018. Anggota tim adalah:
Ø  Dr. Drs. Muhammad Khambali, SH., MH.
Ø  Ir. Anak Agung Alit Merthayasa, MS., Ph.,D.
Ø  Dr. Ir. KRT. Nur Suhascaryo, MT.
Ø  Dr. Bening Hadilinatih, M.Si.
Ø  Dr. Arundati Shinta, MA
Ø  Dr. A. Rinto Pudyantoro, MM., AK., CA.

Semoga anggota tim pengembang UP5 itu dapat bekerja dengan harmonis dan berkelanjutan. 

Post a Comment
Tidak diperbolehkan adanya unsur sara dan kata-kata yang kurang terpuji

Back to Top