DISIPLIN ORANG TUA TENTANG KEPATUHAN PADA PROTOKOL KESEHATAN DAN PENGARUHNYA PADA ANAK

Diposkan oleh Label: di

 IMPLEMENTASI MOU RADIO SONORA DAN UP45

 

Fx. Wahyu Widiantoro

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45

Yogyakarta

 


Saat ini banyak orang abai terhadap protokol kesehatan, dampaknya korban yang terkena Covid- 19 pun meningkat tajam. Virus Covid yang tidak terlihat semakin menguji kedisiplinan masyarakat untuk tetap patuh pada protokol kesehatan. “Disiplin orang tua tentang kepatuhan pada protokol kesehatan dan pengaruhnya pada anak”, diangkat sebagai tema siaran kerjasama antara UP45 dengan Radio Sonora 97.4 FM Yogyakarta (8/9).

 

George Caspar Homans (1910-1989), menjelaskan tentang teori Pertukaran Sosial (Social Exchange Theory). Homans dalam bukunya ”Elementary Forms of Social Behavior”, 1974, mengungkapkan bahwa ”Semua tindakan yang dilakukan oleh seseorang, makin sering satu bentuk tindakan tertentu memperoleh imbalan, makin cenderung orang tersebut menampilkan tindakan tertentu tadi”. Demikian salah satu konsep psikologi perilaku (behavioral psychology) dalam memahami kedisiplinan sebagai perilaku yang terbentuk ketika mendapat penguat, dukungan atau imbalan (rewards).

 

Sikap disiplin orang tua dalam mematuhi protokol kesehatan di tengah pandemi penting diterapkan pada setiap anggota keluarga. “Aturan bagi anak-anak ketika sesampai di rumah yaitu mengganti baju, dan baju yang telah dipakai dimasukkan di tempat cuci yang telah tersedia. Bila melanggar aturan tersebut maka si anak tidak diijinkan untuk ke luar rumah di hari berikutnya”, demikian contoh nyata kedisiplinan dalam keluarga yang diceritakan oleh ibu Sari Wulandari Hafsari, S.T., M.Sc., Dosen Fakultas Teknik UP45 sebagai salah satu narasumber.

 


Faktor yang mempengaruhi terbentuknya suatu kedisiplinan seorang anak terdapat faktor internal dan eksternal. Faktor internal yaitu faktor-faktor yang terdapat dalam diri si anak. Antara lain kemampuan pemahaman, minat, dan motivasi anak. Faktor eksternal yaitu faktor-faktor yang terdapat di luar diri anak. Antara lain lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. “Dalam mendampingi anak-anak usia dini, hendaknya orang tua memberi perhatian lebih pada anak-anak. Misal anak tidak mau mengenakan masker, tanyakan mengapa dan ajaklah berdiskusi”, jelas Yudha Andri Riyanto, S.Psi., dari Resource Development Yayasan Tunas Sekar Lintang, DIY.

 

Berikut merupakan rangkuman dari ragam pertanyaan pendengar radio saat acara berlangsung dan jawaban dari penulis dan pembicara lainnya.

 

1)    Mas Yoraditya di Jogja. Bagaimana membentuk disiplin yang baik pada anak, karena saat bermain bersama teman-temannya belum tentu semua temannya memiliki sikap disiplin?

Jawaban: Disiplin terbentuk dari proses pembiasaan dan akan terus berkembang dalam diri anak bila anak memiliki pemahaman dan kesadaran dalam dirinya. Maka Orang tua dan pendamping diharapkan memberi dukungan dan penjelasan tentang pentingnya suatu sikap disiplin.

 

2)    Ibu Hafizah di Jogja. Apa dampak negatif pada anak bila Orang tua tidak patuh terhadap protokol kesehatan?

Jawaban: Orang tua sebagai figur dan teladan bagi anak. Bila Orang tua tidak patuh, maka anak cenderung meniru untuk tidak patuh pula.

 

3)    Ibu Lia di Jogja. Seorang ibu dituntut harus multi talent. Harus bisa menjadi guru, memasak, menjadi perawat bagi anak-anaknya. Kadang merasa bosan untuk patuh terhadap aturan yang ada. Bagaimana cara mengatasi hal tersebut?

Jawaban: Rasa bosan merupakan hal yang wajar ketika dihadapkan pada situasi dan kondisi yang sama dan berulang-ulang. Bagi seorang ibu, penting untuk mau terus belajar dan terus mengembangkan diri sehingga akan lebih mampu kreatif dalam mensikapi kebosanan. 

 

4)    Bapak Victor di Jogja. Bagaimana menghadapi ketika anak menyatakan sumpek bila menggunakan masker?

Jawaban: Jelaskan fungsi dan pentingnya menggunakan masker di saat pandemi seperti saat ini. Coba perhatikan masker yang digunakan oleh si anak. Apakah ukurannya sesuai? Apakah warna dan model sesuai dengan yang diinginkan anak? Ajak anak untuk berdiskusi dan memilih masker yang diinginkannya.

 

5)    Bapak Ananto di Cikditiro. Ada 3 generasi yang tinggal dalam satu rumah. Ada kami sebagai Orangtua, anak-anak dan Nenek. Nenek berusia 80 tahun dan tidak mau menggunakan masker. Bagaimana menghadapi situasi tersebut?

Jawaban: Dalam satu rumah, setiap anggota keluarga hendaknya saling memberikan perhatian dan dukungan. Kondisi Nenek yang berusia 80 tahun tentu membutuhkan perhatian dan perlakuan yang lebih khusus. Nenek diberikan penjelasan dengan sabar tentang kondisi pandemi yang terjadi saat ini. Bisa pula dengan mengajak untuk menonton berita tentang pandemi di televisi. Anak, menantu dan cucu sebisa mungkin bekerjasama, berusaha menjaga agar kondisi lingkungan mendukung bagi kesehatan nenek.  

 

6)    Ibu Dewi di Baciro. Anak cenderung mecontoh sikap orang tua. Di sisi lain orang tua harus terbiasa menghadapi hidup bahkan dengan sikap yang keras. Bagaimana dengan situasi tersebut?

Jawaban: Penting bagi orang tua untuk selalu mampu mengendalikan diri serta emosi dalam mendampingi anak-anaknya. Harapannya anak akan tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang matang yaitu memiliki kemampuan untuk menghadapi sekeras apapun kondisi kehidupan dengan terus mengembangkan kepekaan hati nuraninya.

 

 

Pendengar yang mengirimkan pertanyaan menarik dan beruntung yaitu pemilik nomor 085…63 dan 089…30, mendapat hadiah dari Two Hundred Sixty Six Coffe and Barber Shop sebagai salah satu sponsor. Terima kasih kepada seluruh Sahabat Sonora 97.4 FM Yogyakarta.

 

Widiantoro, FW (8 September 2020)

 

Post a comment
Tidak diperbolehkan adanya unsur sara dan kata-kata yang kurang terpuji

Back to Top