MENSTRUASI PICU EMOSIONALITAS REMAJA PUTRI

Diposkan oleh Label: di

Elisa
Fakultas Psikologi 
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

Tingkat Emosi Alai (Foto : R.K. Budi Utami)

Menstruasi adalah peristiwa alami pada setiap perempuan yang sehat fisiknya. Pada orang-orang tertentu, menstruasi dirasakan sangat mengganggu dan menyakitkan, sedangkan pada orang-orang lainnya menstruasi dirasakan sebagai peristiwa yang biasa saja bahkan disyukuri. Hal ini karena menstruasi merupakan pertanda bahwa perempuan itu masih dalam usia subur. Oleh karena menstruasi merupakan persitiwa alami, maka kita semua baik perempuan maupun laki-laki harus mengetahui tentang apa dan bagaimana menstruasi tersebut. Tujuannya adalah agar ketika saudara-saudara perempuan kita sedang menstruasi, maka berbagai situasi emosi yang menyertainya dapat dipahami oleh lingkungan sosial dengan baik. Berikut adalah ringkasan skripsi Sinta Murwitasari yang berjudul Perbedaan Kepekaan Emosi Pada Saat Menstruasi Dan Tidak Menstruasi Pada Remaja Putri.
Hasil penelitian yang dilakukan mahasiswa Universitas Proklamasi 45 ini mengungkapkan bahwa saat menstruasi datang dihari pertama terjadi semacam gejala-gejala psikologis, fisik seperti rasa emosi yang meluap-luap. Emosi adalah perasaan yang disertai dengan perubahan-perubahan dalam tubuh, ekspresi wajah yang melibatkan kombinasi gejolak fisik dan perilaku yang tampak dan menyebabkan perubahan perilaku pada individu sehingga yang bersangkutan tidak dapat menguasai diri dan mengalami kesulitan dalam penyesuaian diri dengan lingkungan. Sedangkan Kepekaan emosi suatu keadaan perasaan mudah terangsang dari organism yang menyebabkan perubahan-perubahan disertai ekspresi wajah dan tubuh yang melibatkan antara gejolak fisiologis dan perilaku yang tampak, kadang-kadang yang bersangkutan tidak dapat menguasai diri dan mengalami kesulitan dalam penyesuaian diri dengan lingkungan. Bentuknya seperti perasaan sensitive, mudah marah-marah, tersinggung, malu, tidak percaya diri, sedih, menangis, senang, gembira.

Komponen emosi terdiri dari respon tubuh internal, terutama yang melibatkan system syaraf otonomik. Keyakinan atau penilaian kognitif bahwa telah terjadi keadaan positif atau negative tertentu. Komponen lain seperti terlihat pada ekspresi wajah dan reaksi terhadap emosi.

Menurut Dakir (1993) reaksi emosi mempunyai bentuk yang beravariasi, seperti rasa takut, biasanya orang yang bersangkutan merasa lebih lemah dan tidak berani melawan pada sesuatu yang dihadapi. Khawatir yan sifatnya mengancam.  terkejut, marah, sedih, gembira, dan heran, yaitu suatu reaksi rasa terhadap sesuatu objek yang belum pernah dialami. Sedangkan yang mempengaruhi terjadinya emosi disebabkan oleh beberapa factor seperti keadaan jasmani, pembawaan, dan emosi. Selain factor tersebut di atas. Masih ada hal lain yang dapat mempengaruhi emosi manusia. Misalnya keadaan keluarga, jabatan, pergaulan sehari-hari, cita-cita hidup dan sebagainya.
Menstruasi adalah pelepasan dinding rahim (endormentrium) yang disertai dengan pendarahan yang terjadi secara berulang, akhirnya membentuk siklus menstruasi pertama sampai satu hari sebelum menstruasi bulan berikutnya (fertitest-strip uji kesuburan). Biasanya disertai dengan pelepasan selaput lender rahim (Endometrium) melalui vagina. Menstruasi ini terjadi pada setiap perempuan sehat yang tidak sedang hamil dan belum menepose.
Istimewa
Menstruasi merupakan proses keluarnya darah dari dalam rahim yang terjadi karena luruhnya lapisan dalam rahim yang banyak mengandung pembuluh darah dan sel telur yang tidak dibuahi. Menstruasi pasti akan terjadi pada semua perempuan yang normal.
Produksi berulang dari estrogen dan progesterone oleh avarium mempunyai kaitan dengan siklus endometrium yang bekerja melalui tahapan berikut ini : pertama, proliferasi dari endormetrium uterus, kedua, perubahan sekretoris  pada endometrium dan ketiga, desquamasi dari endometrium yang dikenal menstruasi.
Korpus Lubrum yang segera menjadi kopus huteum mengeluarkan hormone estrogen dan progesterone yang makin lama makin tinggi kadarnya. Hormone estrogen dan progesterone menyebabkan endometrium dalam fase sekresi. Umur korpus luteum sekitar 8 hari dan selanjutnya akan mengalami regresi sehingga pengeluaran hormone estrogen dan progesterone  makin berkurang sampai berhenti.
Akibat pengeluaran estrogen dan progesterone turun berhenti, terjadi vasokanstriksi pembuluh darah dan segera diikuti vasodilatasi. Situasi demikian menyebabkan pelepasan lapisan endometrium dalam bentuk serpihan dan perdarahan yang disebut menstruasi.
Setiap perempuan akan mengalami menstruasi kurang lebih sebanyak 400 kali sejak perempuan tersebut menarche sampai menopause. Menstruasi atau haid mengacu kepada pengeluaran secara periodik darah dan sel-sel tubuh dari vagina yang berasal dari dinding rahim perempuan.
Menstruasi merupakan bagian dari proses regular yang mempersiapkan tubuh perempuan setiap bulannya untuk kehamilan. Daur ini melibatkan beberapa tahap yang dikendalikan oleh interaksi hormon yang dikeluarkan hipotalamus, kelenjar dibawah otak depan dan indung telur. Pada permulaan daur, lapisan sel rahim mulai berkembang dan menebal. Lapisan ini berperan sebagai penyokong bagi janin yang sedang tumbuh bila perempuan tersebut hamil. Horman tersebut sinyal pada telur di dalam indung telur untuk mulai berkembang. Tak lama kemudian, sebuah telur dilepaskan dari indung telur perempuan dan mulai bergerak menuju tuba falopil ke rahim. Bila telur tidak dibuahi oleh sperma pada saat berhubungan intim (atau saat insemintasi buatan), lapisan rahim akan berpisah dari dinding uterus dan mulai luruh serta akan dikeluarkan melalui vagina. Periode pengeluaran darah dikenal sebagai periode menstruasi berlangsung selama tiga hingga tujuh hari setiap bulannya sampai perempuan mencapai usia 45-50 tahun.
Menstruasi terjadi dalam 4 fase, yaitu stadium menstruasi, stadium regenerasi, stadium prliferasi dan stadium pramenstruasi (sekresi).
a.    Stadium Menstruasi
1.    Berlangsung sekitar 3 sampai 5 hari
2.    Lapisan stratum kompakta dan spongiosa  dilepaskan
3.    Tertanggal lapisan stratum basalis 0,5 mm
4.    Jumlah perdarahan sekitar 50 cc, tanpa terjadi bekuan darah karena mengandung banyak fermen.
5.    Bila terjadi pengumpalan darah, menunjukkan pendarahan menstruasi cukup banyak.
b.    Stadium Regenarasi
Stadium ini dimulai pada hari keempat menstruasi, dimana luka bekas deskuamasi endometrium ditutup kembali oleh epitel selaput lender endometrium. Sel basalis mulai berkembang, mengalami mitosis dan kelenjar endometrium mulai tumbuh kembali.
c.    Stadium Proliferasi
Lapisan atasnya tempat seluran kelenjar tampaknya lebih kompak disebut “struktum Kompaktis”, sedangkan lapisan yang mengandung kelenjar yang berkelok menjadi lebih longgar disebut “stratum spongiosa”, stadium proliferasi berlangsung sejak hari ke 5 sampai 14, dan telah endometrium sekitar 3,5 cm.
d.    Stadium Pramenstruasi (sekresi)
Dalam stadium sekresi tebal endometrium tetap, hanya kelenjarnya lebih berkelok-kelok dan mengeluarkan secret. Di samping itu sel endometrium mengandung banyak glikogen, protein, air dan mineral, sehingga siap untuk menerima implantasi dan memberikan nutrisi pada sigot. Berlangsung sejak hari ke 14 sampai 28.

Menstruasi (Menarche) pertama kali terjadi pada perempuan berusia remaja awal. Usia inilah yang disebut sebagai periode transisi antara masa kanak-kanak dan masa dewasa. Batas usianya tidak ditentukan dengan jelas kira-kira berawal dari usia 12 sampai akhir usia belasan saat pertumbuhan fisik hampir lengkap. Secara etimologis, pengertian adolescent adalah tumbuh menjadi dewasa. Pengertian remaja sendiri dapat ditinjau secara kronologis, remaja adalah individu yang berusia antara 11-12 tahun sampai 20-12 tahun. Kedua secara fisik, remaja ditandai adanya perubahan pada penampilan fisik dan fungsi fisiologis terutama yang terkait dengan kelenjar seksual. Terakhir ditandai secara psikologis, remaja merupakan masa dimana individu mengalami perubahan-perubahan dalam aspek kognitif, emosi, social, moral antara masa anak-anak menuju masa dewasa.
 Perempuan usia 17 tahun belum mengalami menstruasi maka terjadi keterlambatan, biasanya lebih dipengaruhi gizi, termasuk kesehatan, berat tubuh yang relative terhadap tinggi tubuh. Menstruasi pada perempuan pertamakali sebagai penanda kematangan seksual, sedangkan pada laki-laki ditandai dengan  basah malam (Mimpi basah). Hal ini terjadi karena selama tidur, penis menegang, cairan yang mengandung sperma dipancarkan. Ini hal yang normal karena dapat membebaskan dari cairan berlebih.
Perempuan mengalami dismenore atau rasa sakit secara fisik selama beberapa hari sebelum periode menstruasi datang. Bentuk gejalanya berupa kegelisahan, depresi, emosi menjadi labil, iritabilitas/sensitive, lekas marah, tersinggung, gangguan tidur, kelelahan, lemah, mengidam makanan, perubahan nafsu makan dan kadang-kadang perubahan suasana hati yang sangat cepat. Selain itu juga keluhan fisik seperti payudara terasa sakit atau bengkak, perut kembung atau sakit, sakit kepala, sakit sendi, sakit perut, mual, muntah, diare atau sembelit, masalah kulit seperti jerawat bahkan gampang lelah. Kemudian saat menstruasi datang pada hari pertama disertai rasa nyeri, kram dibagian bawah perut yang biasanya menyebar ke bagian belakang. Kaki, pangkal paha, dan vulva (bagian luar alat kelamin perempuan) akan mengalami kram.
Dismenore disebabkan adanya kontraksi otot halus rahim dan hormone selama menstruasi. Dua hormone progesterone dan estrogen ini mengalami peningkatan dan penurunan ketika terjadi masa pembuahan dalam tubuh perempuan. Dimana kedua hormone dapat mempengaruhi system syaraf dan otak. Salah satu system syaraf yang bisa dipengaruhi oleh proses ini adalah serotin yang selama ini dikenal sebagai elemen yang bisa mempengaruhi emosi dan perilaku makan. Sedangkan rasa nyeri disebabkan karena ketidakseimbangan hormon dan faktor psikologis. Rasa nyeri menstruasi tersebut dapat merupakan gangguan primer dan gangguan sekunder dari berbagai jenis penyakit. Penyebab lain peningkatan sekresi hormon prostaglandin yang menyebabkan peningkatan kontraksi uterus. Jika rasa nyeri terjadi pada perempuan yang lebih tua, sebelumnya tidak pernah merasakan rasa nyeri, biasanya rasa sakit tersebut berhubungan dengan gangguan ginekologis seperti endometriosis, penyempitan serviks, malposisiuterus, penyakit radang panggul dan tumor dari radang panggul.
Pada perempuan terdapat indung telur (ovarium) yang terletak di dalam rongga perut perempuan di bagian bawah. Berfungsi memproduksi Hormone progesterone, bertugas untuk mematangkan dan mempersiapkan sel telur (ovum) sehingga siap untuk dibuahi. Hormone estrogen, berfungsi mempengaruhi pertumbuhan sifat-sifat kewanitaan pada tubuh seseorang (Paudara membesar, pinggul membesar, suara halus). Hormone ini juga mangatur siklus haid. Sedangkan pada laki-laki terdapat buah zakar atau testis terletak dalam sebuah kantong (scrotum) yang tergantung di bawah penis, testis memproduksi Hormon androgen dan testosterone yang sejak remaja menyebabkan tumbuhnya tanda-tanda kelaki-lakian pada orang yang bersangkutan seperti kumis dan jenggot, jakut, otot yang kuat, suara yang berat, bulu kemaluan dan ketiak. Testosterone juga menyebabkan timbulnya hirahi (nafsu seks, libido). Tidak hanya itu, testis juga memproduksi spermatozoa. Sejak remaja spermatozoa ini diproduksi beratus-ratus juta setiap harinya, sampai orang yang bersangkutan berusia lanjut.
Hormone yang dikeluarkan oleh kelenjar Pituitary (Kelenjar bawah otak) berpengaruh pada seksualitas, yaitu hormone pertumbuhan yang mempengaruhi badan terutama pada masa remaja. Hormone ini merangsang tulang-tulang panjang sehingga tulang-tulang itu bertambah panjang dan akan yang bersangkutan bertambah tinggi. Adannya perangsang laki-laki berupa hormone yang mempengaruhi testis (buah zakar). Pada remaja, hormone perangsang laki-laki ini merangsang testis sehingga testis memproduksi hormon testosterone dan androgen serta sel-sel benih laki-laki (spermatozoa). Beda lagi pada hormone perempuan, terdapat hormone pengendali yang mempengaruhi indung telur (ovarium) untuk memproduksi sel-sel telur (ovum) dan hormon-hormon estrogen dan progesterone. Dalam keadaan hamil hormone pengendali perempuan ini yang juga berfungsi untuk mengatur haid menjadi berlebihan (karena perempuan yang bersangkutan tidak haid) dan dibuang ke air seni. Terakhir adannya hormone air susu yang mempengaruhi kelenjar susu perempuan di masa perempuan itu sedang menyusui bayinya.
Menurut anggapan para psikoanalitis, setiap gejala neurosa dan kesulitan emosional pada perempuan itu sedikit atau banyak senantiasa ada hubungannya dengan alat kelamin atau masalah haid. Biasanya kelainan haid yang dijumpai dapat berupa kelaianan siklus atau kelaiann dari jumlah darah yang dikeluarkan dan lamanya perdarahan ;
1.    Amenorrhoe : tidak ada haid
2.    Pseudoamenorrhoe (Kryptomenorrhoe) : ada haid tapi darah haid tidak dapat keluar karena tertutupnya tractus genitalis.
3.    Menstruation praecox : timbulnya haid pada umur yang sangat muda
4.    Hypomenorrhoe : haid teratur tetapi jumlah darahnya sedikit
5.    Oligomenorrhoe : haid jarang karena siklusnya panjang
6.    Polymenorrhoe : haid teratur, tetapi kerap datangnya, karena siklusnya pendek.
7.    Hypermenorrhoe (menorrhagia) : haid teratur tetapi jumlah darahnya banyak.
8.    Metrorrhagie : Pendarahan rahim diluar waktu haid
9.    Dysmenorrhoe : nyeri pada waktu haid




DAFTAR PUSTAKA
Murwitasari, S. 2008. Perbedaan Kepekaan Emosi Pada Saat Menstruasi Dan Tidak Menstruasi Pada Remaja Putri. Skripsi (tidak diterbitkan). Yogyakarta : Universitas Proklamasi 45.

3 comments:

  1. Saya kalau sedang menstruasi, rasanya perut melilit, tidak bisa beraktivitas seharian. Terpaksa saya minta cuti. Jadi cuti saya 1 hari setiap bulan. Apakah saya mengalami kelainan ya?

    ReplyDelete
  2. :) karena saya bukan pihak kedokteran, tapi saya tahu sedikit2. rasa sakit yang berlebihan saat menstruali dihari pertama, dan rasa sakit ini berlangsung selama tahunan ada baiknya diperiksakan ke dokter. Karena rasa sakit ini bisa terjadi gangguan pada rahim. selama yang saya tahu, gangguan rahim ini bisa menyebabkan tidak bisa hamil. ada pula rasa sakit ini disebabkan karena dinding-dinding rahimnya mengalami kekeringan, bisa juga ciri-ciri menderita kista pada rahim. biasanya menyebabkan si penderita harus diangkat rahimnya :)

    ReplyDelete
  3. gimana caranya biar tahu kalau wanita mau menstruasi?

    ReplyDelete
Tidak diperbolehkan adanya unsur sara dan kata-kata yang kurang terpuji

Back to Top