SETIAP PRIBADI ADALAH MARKETING

Diposkan oleh Label: di
Tugas Kelompok
Amir Hendarsyah
Ida Prastyowati
Fitriyani
Asri Thea,
Theresia Melani,
Teguh Kurnia,
Nurul Istiyani
Agus
Pendahuluan
Kecemasan muncul menghinggapi setiap karyawan ketika keadaan meng haruskan keluar dari zona aman. Tidak mudah menghadapi situasi semacam ini, terlebih perusahaan yang dijadikan wahana kehidupan sedang menunggu ajal yang entah sampai kapan terombang-ambing untuk tenggelam.
Perusahaan melakukan perubahan sistem dimana banyak karyawan yang dipindah pada divisi marketing untuk mendongkrak penjualan sehingga neraca keuntungan terjaga, bagi perusahaan yang tengah goyah kesehatan ke uangannya. Perlu kita ingat perubahan sistem itu adalah keadaan yang tidak menyenangkan terutama bagi karyawan yang dipindah pada divisi yang belum mereka ketahui bagaimana medannya dan tentu saja zona neraka.
Marketing biasannya divisi/gar da depan bagi industri, salah satu tolak ukur kesuksesan dari industri organisasi tertumpu pada marketing. Semua tugas yang dijalankan marketing mengandung konsekuensi-konsekuensi, baik yang menyenangkan maupun tidak menyenangkan. hal yang menyenangkan bagi tugas marketing seandainya men capai target bonus akan mengalir menebalkan dompet marketing, akan tetapi target tiga bulan tidak mencapai target konsekuensi terberat marketing dikeluarkan/mengundurkan diri, inilah zona neraka bagi kebanyakan orang.
Ilustrasi : Amir  Hendarsyah
Apabila kita melihat paparan diatas, hal itu dapat kita cermati ketika perusahaan tersebut menuju kebangkrutan yang tidak mampu lagi menggaji karyawan hendak memutuskan kerja dengan jalan memutasi karyawan ke divisi neraka yang membuat rumah sakit jiwa dipenuhi karyawan-karyawan yang patah hati.

Rumusan Masalah
Kecemasan muncul ketika posisi yang nyaman harus ditinggalkan tatkala system perusahan berubah, dan terjadi mutasi untuk ditempatkan pada divisi marketing.
Sontak para karyawan yang dimutasi merasa cemas harus keluar atau pindah ke posisi neraka.
Divisi marketing yang banyak orang menganggap sebagai divisi neraka dan jauh dari rasa aman.
Celakanya banyak karyawan yang dimutasi tersebut tidak paham terhadap tugas-tugas marketing sehingga tidak mengetahui apa yang harus dilakukan.
Kondisi yang tidak nyaman tersebut mengandung konsekuensi-konsekuensi yang tidak menyenangkan bagi karyawan.
Masalah ini tentu tidak bisa di biarkan terus menerus, perlu diingat bagaimanapun system industri adalah yang utama dibandingkan kepentingan para karyawan.
Perlu cara untuk mengatasi masalah ini dengan segera karena imbas dari berlarut-larutnya kondisi yang tidak menyenangkan ini akan berdampak kepada perusahaan dan para karyawan yang baru saja pindah kedivisi marketing.
Perlu cara untuk mengatasi masalah ini dengan segera karena imbas dari berlarut-larutnya kondisi yang tidak menyenangkan ini akan berdampak.
Kepada perusahaan dan para karyawan yang baru saja pindah ke divisi marketing.
Menghilangkan rasa cemas pada setiap karyawan yang menjadi marketing
Pengenalan dasar-dasar marketing
Strategi khusus tentang marketing
Penyegaran kembali terhadap misi-misi dan produk yang dihasilkan oleh perusahaan

Pembahasan
Mencemaskan kalimat yang tepat terlontar dari mulut para karyawan yang tergambar dari paparan di atas dan keadaan yang tidak nyaman tentu saja, hal itu wajar menghinggapi setiap orang yang harus berubah keluar dari zona aman.
Masalah timbul tetapi pasti ada cara untuk mengatasinya bukan masalah namannya kalo tidak bisa diatasi. Sebetulnya jika kita pikir secara mendalam setiap pekerjaan mengandung resiko yang sama-sama beratnya, karena memang tidak ada yang nyaman. Selain hal itu kita juga harus berfikir secara luas maju terus sebagai marketing dengan resiko pemecatan atau kita menambah angka pengangguran di negeri ini. Mengingat di luar pun mencari pekerjaan juga sama susahnya. Pilihan yang sulit, tetapi kalo kita pahami secara keseluruhan zona aman keadaan yang saat ini terjadi adalah tetap mutasi menjadi marketing. Paling tidak kita tetap berstatus karyawan dan tetap menerima gaji. Apakah hanya berhenti sampai disitu?. Carilah potensi dirimu, sebetulnya setiap manusia itu adalah marketing yang baik hal itu ada pada diri kita sejak lahir, hanya kita saja yang kurang menggali potensi tersebut. Contoh nyata dari pendapat tersebut ketika kita masih kecil kita sering merengek-rengek kepada Bapak Ibu untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan; ibu tadi saya sudah belajar lho, saya boleh main sekarang. Si ibu menjawab benar ya tadi udah belajar, besok ulangan harus berhasil baik ya?. Akhirnya anak tersebut berhasil mendapat ijin dari ibunya agar dapat bermain setelah berhasil menyakinkan sang ibu.
Budiman Hakim
Sangat masuk akal bukan bahwa sebetulnya dalam diri kita ada diri/potensi menjadi marketing sejak lahir. Budiman Hakim Creatif Director pada Macs 909 Ad Agency di Jakarta, pernah mengemukakan pendapat bahwa manusia sejak lahir dikarunia jiwa marketing/menjual namun sayangnya kita tidak menyadari hal itu. Lihatlah truk-truk pengangkut pasir pada book belakang; terkadang ada tulisan kutunggu jandamu, boleh jadi ungkapan itu merupakan bentuk perasaan pak sopir terhadap mantan pacarnya yang telah diambil istri oleh laki-laki lain. di situ ada unsur komunikasi yang tidak disadari termasuk dalam aspek-aspek marketing.
Menurut Budiman Hakim marketing tersukses di dunia adalah Nabi Muhammad SAW dimana beliau berhasil dengan baik menjual produk yang dibawanya yaitu agama islam dengan penganut yang demikian besar tersebar di berbagai penjuru dunia dengan jumlah pemeluk yang demikian besar hingga detik ini. Selain berbagai pendapat diatas kita juga perlu ingat bahwasannya setiap karyawan adalah marketing yang harus menjual brand dari perusahaan bahwa karyawan adalah pembawa panji-panji perusahaan. Michael Schumacer pembalap Formula I/juara dunia, dalam setiap kesempatan selalu memuji mobil Ferarri F2000 ketika Schumacer membela tim Ferrari. Begitu pula saya ketika berada pada sebuah komunitas saya selalu menjawab buku-buku terbaik adalah produk Galangpress. Ingat karyawan adalah bagian citra dari perusahaan. kenapa kita mesti merasa was-was/cemas ketika kita diharuskan menjadi marketing? Karena jiwa marketing sebenarnya telah ada pada diri kita sejak kita bernafas pertama kali di dunia. Tengok bayi yang baru lahir menangis keras yang berusaha menarik perhatian orang-orang disekitarnya ini lho saya ada dan menjadi makhluk seperti kalian!. Masuk akal bukan? Atau balita satu tahun yang menangis malam hari agar ibu memperhatikan produknya ketika ngompol.

Kesimpulan
Jangan takut ketika kita harus beralih atau menerima tanggung jawab dari satu tugas ketugas yang lainnya menjadi marketing bukanlah sesuatu yang menakutkan. Karena jiwa marketing adalah modal yang sebenarnya sudah kita miliki sejak lahir. Agar kita bisa berhasil menjalankan fungsi tersebut cintailah profesi yang baru kita. Lengkapilah kemampuan kita agar kita bisa menjadi marketing yang handal. Pertahankan status anda tetap sebagai karyawan atau justru menambah angka penggangguran. Ketika kita menolak mutasi resiko PHK menanti, pun demikian ketika kita keluar dari industri tersebut kitapun bersiap-siap menjadi pengangguran alias panji klantung; pengangguran lontang-lontung.
Syukuri apa yang yang ada dalam diri kita karena tuhan memberikan kemampuan kepada kita, pintar-pintarlah kita untuk mengenali potensi-potensi diri kita. Kecemasan/ketakutan terjadi menimpa diri kita karena ketidaktahuan diri kita. Dengan mengenali siapa diri kita jalan akan terbentang luas bagi kita untuk berjalan melewati dengan mudah.
Jiwa marketing ada pada dirimu sejak lahir gunakan hal itu sebagai senjata dirimu untuk menjawab tantangan kehidupan.











Daftar Pustaka
As’ad, Moh. SU. Psi.  2008, Psikologi Industri. Yogyakarta; Liberty
Felicianus, Julius. 2007. Empowering Wards. Yogyakarta Indonesia Cerdas
Hendarsah, Amir. 2007 II Macan Asia Musuh Amerika. Yogyakarta, Galangpress.
Hakim, Budiman. 2006. Lanturan Tapi Relevan. Yogayakarta, Galangpress
Moekijat, 2003. Analisa Jabatan. Bandung, Mandar Maju
Prasetyowati, Ida. 2006. Inspiring Word. Yogyakarta, Indonesia Cerdas

1 comment:

  1. Saya baru saja dimasukkan (dimutasi) dari bagian marketing ke bagian administrasi. Saya sekarang jadi bingung, karena pola kerjanya sangat berbeda. Prinsip-prinsip kerja bagian marketing yang saya kuasai, ternyata tidak berlaku untuk bekerja di bagian administrasi. Beri saran dong, saya sedang stress nih.

    ReplyDelete
Tidak diperbolehkan adanya unsur sara dan kata-kata yang kurang terpuji

Back to Top