Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Responsive Advertisement

DIMANA SURAT IJIN MENGEMUDIMU, NAK ?



Rauf Wanda Adkhani Nur Rokhman
Fakultas Teknik

Foto : Istimewa
Tidak memiliki Surat Ijin Mengemudi berasa menjadi buronan Polisi. Seorang Polisi Lalu Lintas menanyakan kepada pengendara motor “SIM mu Nak?”. Dari pertanyaan ini sudah bisa ditebak bahwa orang tersebut tidak memiliki SIM tersebut. Realitas menunjukkan cukup banyak pengendara tidak memiliki SIM. Terutama bagi mereka yang berstatus Pelajar.
Banyak contoh ketika razia kendaraan bermotor terjadi. Saat mereka harus menunjukkan SIM, dan tidak memilikinya, maka tinggal menuhai hasilya. Mau tidak mau harus berurusan dengan pihak berwajib. Pengemudi diberi dua pilihan ikut siding atau denda? daripada memilih jalur sidang lama dan menghabiskan waktu, memilih membayar denda dengan jumlah nominal yang cukup mahal bagi kantong pelajar. Bagaimana lagi karena untuk mendapatkan surat ijin tersebut umur belum memenuhi syarat. Konsekuensi tidak memiliki SIM selain kehilangan uang jajan terpaksa perjalanan harus tertunda sementara waktu. Ketika razia ini dilakukaan saat jam pulang sekolah, tidak heran jika kebanyakan dari mereka adalah pelajar SMP sampai SMA.
Dulu dan sekarang berbeda dengan jaman sebelumnya. Saat ini anak usia 12 tahun sudah banyak yang mahir dalam mengendarai motor. Begitu tamat dari pendidikan dasar dan melanjutkan ke tingkat pertama, sebagian dari Mereka sudah diperbolehkan membawa motor oleh orangtuannya. Mungkin ada yang memang sengaja dibelikan motor untuk berkendara ke Sekolah.
Mengapa kejadian ini banyak terjadi, karena didukung faktor jarak. Dimana jarak antara rumah dan sekolah jauh. Padahal kedua orangtuannya pagi  hari sudah sibuk mencari nafkah sehingga tidak memiliki waktu untuk mengantar ataupun memang kemauan sendiri. Faktor lain karena tidak ada angkutan umum yang melewati sekolahan tersebut.

Sebenarnya problem tidak hanya sampai disini dan masih banyak yang terjadi. Mulai melanggar rambu lalu lintas ataupun belajar mengikuti balapan liar di jalanan. Dalam hal ini, Orangtua harus mengalah untuk menyediakan atau mencarikan transportasi untuk anak ke sekolah yang bisa terhindar dari masalah tersebut.
Orangtua harus mengalah untuk menyediakan atau mencarikan transportasi untuk anak ke sekolah. Hal ini membantu anak terhindar dari masalah tersebut. Meskipun biaya yang dikeluarkan tidak sedikit, mungkin dua kali lipat. Justru dari hal ini lebih menjadikan anak taat pada aturan. Secara tidak langsung ada penanaman karakter moral pada anak tentang rambu lalu lintas.
"tertib berlalu lintas cermin displin diri. Wear your helmet! "

Post a Comment

1 Comments

  1. Mas Rauf, judulnya keren habis deh. Pinter nulis juga ya mas Rauf itu. Saya setuju, memang banyak anak muda yang tidak atau lalai dalam mematuhi rambu-rambu lalu lintas termasuk membawa sim dan stnk. Cara untuk mengatasinya di kalangan mahasiswa agar mereka selalu membawa sim dan stnk apa ya? Ditunggu tulisan berikutnya ya mas Rauf. Oh ya, saya belum sempat mencari mencari mas Rauf untuk mendiskusikan tentang skripsi dengan topik marketing. Sorry ya mas. Next time deh.

    ReplyDelete

Tidak diperbolehkan adanya unsur sara dan kata-kata yang kurang terpuji