Kesulitan Membaca dan Menulis Anak SD kelas 1

Diposkan oleh Label: di



Jati Pramono
13.310.410.1051
Psikologi Umum 2
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

Hasna (nama samaran) 6 th, adalah siswi kelas 1 SD Negeri 6 Krakitan Jimbung Klaten, keseharian Hasna tidak berbeda seperti anak seusianya yakni mulai dari bangun tidur yang sering kesiangan, mandi yang sering dimandiin ibunya, sarapan disuapin ibunya dan berangkat sekolah yang tiap hari diantar oleh ibunya. Sesampai di sekolahan Hasna suka bermain dengan teman-temannya dengan berlari-lari dan kadang sampai jatuh hingga lututnya lecet. Salah satu pelajaran yang dirasa sulit Hasna adalah bahasa Indonesia yang sering membaca dan menulis.
Hal ini menyebabkan orang tua Hasna yang kebingungan harus bagaimana sang anak supaya suka dan pandai pada mata pelajaran bahasa Indonesia tersebut. Segala upaya telah dilakukan mulai dari les privat dengan guru bahasa Indonesianya, les membaca di lembaga bimbingan belajar, les ketrampilan menulis di tempat lain sudah dilakukannya. Bahkan guru bahasa Indonesianya pun sudah berupaya dengan memperlakukannya dengan lembut dan perhatian, namun sang anak tetap saja tidak mau. Seperti yang diungkapkan oleh Lerner  (1988:349 dalam Abdurrahman, 2012 dalam Yosef, 2014) bahwa kemampuan membaca merupakan dasar untuk menguasai berbagai bidang studi. Jika anak pada usia sekolah permulaan tidak segera memiliki kemampuan membaca, maka ia akan mengalami banyak kesulitan dalam mempelajari berbagai bidang studi pada kelas-kelas berikutnya. Oleh, sebab itu, anak harus belajar membaca agar ia dapat membaca untuk belajar.
Pengendalian yang dilakukan guru dan orang tuanya yakni sebaiknya Hasna diusahakan untuk mengurangi waktu bermainnya dan diganti dengan semacam kuisioner/tanya jawab seputar pelajaran bahasa Indonesia yang menyenangkan yang bisa dilakukan di rumahnya, kebun maupun di tempat lain, mulai tanamkan rasa tanggung jawab arti pentingnya bersekolah untuk masa depannya kelak.
Prediksi yang akan terjadi ada 2 hal yang pertama jika Hasna tidak mau mendengarkan saran, anjuran, bimbingan dan arahan baik dari ibunya maupun gurunya maka Hasna akan mengalami kesulitan dalam penguasaan bahasa khususnya bahasa Indonesia, timbul perasaan minder karena tidak bisa membaca dan menulis sehingga hal ini bisa menyebabkan tinggal kelas. Kedua jika Hasna mau perlahan-lahan mendengarkan dan mau melakukan saran, arahan baik dari gurunya maupun orang tuanya maka Hasna akan lancar dalam berbahasa Indonesia baik membaca dan menulis, bisa mendapatkan nilai yang bagus untuk pelajaran bahasa Indonesia.
Daftar Pustaka
Dalam Yosef, L.G. (2014). Handout Psikologi Umum 2. Yogyakarta: UP 45.

Back to Top