Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Responsive Advertisement

PELAYANAN DI TK KAMULAN MINGGU KE-9



MEMANCING MINAT MENGGAMBAR ANAK DENGAN STIMULUS MAKANAN


Arundati Shinta
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta


Pelajaran menggambar pada anak-anak akan mendorong anak untuk berperilaku kreatif. Dalam kegiatan menggambar, anak didorong untuk berimajinasi dan menyusun warna kesukaannya. Tidak ada gambar yang salah, sehingga anak menjadi lebih bebas dalam mencoretkan ide-idenya. Tidak ada gambar yang salah berarti tidak ada omelan dari guru tentang kualitas gamabr anak. Bahkan anak selalu dipuji, untuk membangkitkan semangat, sehingga gambar selesai.


Sebuah gambar dikatakan selesai bila semua bagian kertas putih sudah terisi warna-warna. Warna yang digunakan tidak hanya satu (single colour), tetapi bermacam-macam warna. Bentuk utama gambar juga harus jelas dan berbeda kontras dengan latar belakangnya. Jangan sampai terjadi, bentuk utama gambar berwarna merah, dan latar belakangnya juga merah. Situasi seperti ini biasa terjadi pada anak yang senang dengan warna merah, sehingga semua bagian kertas diisi dengan warna merah. Selain itu, anak memang belum bisa membedakan antara bentuk utama dan latar belakang.

Pada kesempatan kali ini, anak-anak mendapatkan stimulus berupa potongan kayu berbentuk segitiga. Imajinasinya adalah membuat ice cream. Hal yang baru pada kegiatan menggambar kali ini adalah anak diminta untuk meneruskan stimulus. Pada minggu-minggu sebelumnya, anak hanya menerima stimulus dan kemudian mewarnai. Pada kesempatan ini, diharapkan kemampuan anak untuk ikut mendisain bentuk, sudah mulai terwujud.

Apa saja hal-hal menarik dalam kegiatan menggambar kali ini? Ada tiga hal menarik dari kegiatan menggambar kali ini yaitu:
  • Seorang anak laki-laki sudah mampu menyelesaikan gambar dengan baik. Ia sangat tekun. Informasi dari guru, ia sering menantikan kedatangan tutor menggambar dari Psikologi UP45. Kemajuannya dalam psikomotorik bagus.
  • Seorang anak perempuan pada minggu-minggu awal hanya bersedia mewarnai dengan dua warna saja yaitu ungu dan merah jambu. Pada kegiatan menggambar kali ini, ia sudah bersedia memberi warna seperti pelangi. Meskipun gambarnya belum selesai (masih banyak bagian putih dari kertas gambarnya), namun ia sudah bersedia berpartisipasi.
  • Seorang anak mewarnai latar belakang dengan warna kuning, namun ia kemudian menimpanya dengan warna hijau. Hasilnya gambarnya menjadi tidak menarik. Untuk mengatasinya maka warna hijau tersebut justru ditebalkan dan diperluas menimpa warna-warna cerah lainnya. Langkah selanjutnya yaitu menggores dengan ujung pena yang runcing (saya biasa menggunakan dengan paku). Hasilnya adalah goresan-goresan cerah di atas latar belakang gelap, seperti lampu bercahaya. Sangat menarik.

Kegiatan menggambar kreatif ini dilakukan di TK Kamulan Yogyakarta, pada 19 Juli 2016. Kegiatan ini adalah hasil kerjasama TK Kamulan Yogyakarta dengan Fakultas Psikologi UP45 Yogyakarta. Tema kerjasama adalah menggambar kreatif untuk memperkuat psikomotorik anak. Pada masa depan, kerjasama dengan TK Kamulan akan melibatkan mahasiswa secara wajib. Hal ini karena bekerja melayani anak-anak di TK Kamulan pada hakekatnya melatih seseorang untuk menjadi sabar. Menghadapi anak-anak TK sangat berbeda dengan menghadapi anak sendiri. Menghadapi anak sendiri, mungkin seseorang akan kehilangan kesabaran. Kesabaran ini adalah bekal soft skill yang harus dimiliki oleh mahasiswa Psikologi UP45. Cara untuk mendapatkan ketrampilan tersebut ialah dengan bekerja melayani anak-anak TK Kamulan.

Post a Comment

0 Comments