MENIMBA PENGALAMAN UNTUK MENYIAPKAN MASA DEPAN MAHASISWA

Diposkan oleh Label: di

SERI ALUMNI PSIKOLOGI UP45 YANG BERPRESTASI

Ruth Yuni Salomo
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta


Pengalaman adalah guru. Pepatah ini dikutip bukan karena latah, tetapi afirmasi mengenai kenyataan bahwa sekolah formal tidak mengajarkan pengalaman hidup yang kompleks, selain ‘sekolah kehidupan’. ‘Sekolah kehidupan’ mengajarkan manusia bukan untuk pintar saja, tetapi cerdas dan bijaksana. Sebagai penimba ilmu psikologi, pengalaman yang dimaksudkan dalam pepatah tersebut pasti dimaknai bukan sebagai bertambahnya repertoire wawasan dan pengetahuan kognitif, melainkan berbagai perilaku yang digolongkan sebagai soft skill dan life skill. Keduanya merupakan bekal yang sangat penting untuk menghadapi masa depan yang kompleks dan senantiasa berubah, namun kampus tidak selalu mampu menyediakannya melalui kurikulum formal. Oleh karena itu Dekan Fakultas Psikologi UP 45 Yogyakarta berinisiatif untuk mengadakan Kuliah Umum, yang berisi lebih banyak tentang berbagi pengalaman hidup oleh alumnus. Pengalaman ini dipercaya memperkaya setiap pribadi. Tidak semua orang akan merasakan pengalaman yang sama, sehingga dengan membagikannya berarti membantu mahasiswa untuk bisa lebih bijak, setidaknya dalam mengelola masa studi selama di UP45. Pengalaman setiap orang adalah anugerah, di mana orang lain yang dibagi pengalaman dapat diperkaya tanpa harus merasakan pahit dan durasi pengalaman yang terlalu panjang. Melalui belajar dari pengalaman alumus, para mahasiswa dapat memperoleh short cut, agar mereka menjalankan hidup secara lebih bijaksana.


Kuliah Umum yang bertajuk: “Peluang Sarjana Psikologi di Masa Depan dan Tantangannya”, dibawakan oleh Dody Leyno Amperawan, M.Si. Beliau adalah alumni Psikologi UP45 tahun 1998, yang kemudian mengambil Profesi Psikolog di UGM. Beliau berbagi pengalaman pada Sabtu 7 Desember 2019 di Ruang C202 pkl. 10.00-12.00. Dihadiri 53 orang mahasiswa, beliau berbagi pengalaman selama kuliah, pengalaman professional di berbagai perusahaan dan yang saat ini beliau lakukan sebagai dosen Fakultas Psikologi di UIN Suska di Riau. Tidak lupa, beliau juga mengintisarikan pengalaman baik yang positif maupun negatif, yang kemudian dimaknai, agar menjadi catatan hikmah bagi audience. Acara yang dimoderatori oleh dosen senior Drs. Indra Wahyudi, M.Si. tersebut direspon dengan pertanyaan-pertanyaan yang tajam dan menggelitik dari beberapa peserta yang terdiri dari berbagai angkatan.


Beberapa poin yang dapat dijadikan bahan refleksi atau pembelajaran adalah sebagai berikut:

  1. Psikologi adalah ilmu dasar yang seharusnya dipelajari oleh semua orang. Setiap lulusan Psikologi pasti akan berperan penting dalam berbagai ranah pekerjaan, karena apapun bidang pekerjaan akan selalu  bersentuhan dengan manusia. Hal ini sejalan dengan yang disampaikan oleh Mendikbud Bp. Nadiem Makarim. Dengan memilih Psikologi, maka mahasiswa memilih ilmu yang pasti dibutuhkan di manapun.
  2. Statistik menunjukkan bahwa angka pengangguran juga disumbang oleh Sarjana, baik S1 sebanyak 14,6 % maupun lulusan S2. Oleh karena itu Lulusan perguruan tinggi seharusnya tidak hanya mencari kerja, tetapi seyogianya mampu menciptakan lapangan kerja. Dengan demikian sarjana tidak menyumbang pada angka pengangguran.

  1. Dalam dunia kerja, keberhasilan sangat ditentukan oleh kemampuan memberikan pelayanan, seperti komunikasi, sikap dan kesediaan untuk membuat pelanggan merasa nyaman. Selain kenyamanan, kecepatan berespon juga dibutuhkan bagi pelanggan. Oleh karena itu karakter dan sikap yang disebut sebagai soft skill sangat penting dikuasai oleh para lulusan perguruan tinggi. Nilai IPK yang baik saja tidak cukup. Daya juang dan ketahanan, maupun kemampuan untuk mengatasi tekanan, sangat menentukan apakah setiap lulusan perguruan tinggi siap menghadapi berbagai perubahan, persaingan serta tantangan di dunia kerja. Hal-hal ini disebut sebagai life skill. Kedua keterampilan tersebut dapat diperoleh di dalam kegiatan ekstra kurikuler. Secara khusus beliau memperlihatkan bahwa pengembangan kedua keterampilan tersebut seharusnya direncanakan di dalam program pengembangan mahasiswa, sejak ia baru masuk, sampai saat menyelesaikan tugas akhir. Di dalamnya termasuk mengembangkan kepemimpinan.

  1. Bagi mahasiswa, berfokus pada upaya untuk lulus sesuai waktu sangatlah penting. Namun bagi mereka yang terkendala berbagai hal, tetap upayakan untuk lulus, jangan sampai putus kuliah. Ijazah dan prestasi akademik tetap penting sebagai screening awal dalam memasuki tantangan dunia kerja. Akan tetapi pengayaan diri melalui banyak hal seperti pengalaman organisasi, membaca berbagai buku serta belajar bermacam ilmu sangatlah penting. Sekadar lulus saja tidak ada gunanya, yang penting adalah menguasai ilmu yang dipelajari untuk diterapkan di dunia kerja. Oleh karena itu sangat perlu mencintai bidang studi yang dipilih. Catatan Kuliah sebaiknya didokumentasikan, yang sekali waktu dapat dibaca ulang.

  1. Berkuliah di universitas swasta, apalagi UP 45 yang masih belum sejajar dengan universitas yang terkemuka, mahasiswa sangat perlu memiliki sikap-sikap SDM tangguh yang di dunia kerja akan dibutuhkan, seperti kerendahan hati, kesantunan, kejujuran, ketekunan dan keuletan. Tidak ada gunanya pandai, tetapi sulit bekerja sama di dunia kerja. Untuk menjadi manusia tangguh, maka perlu kerja keras. Manajemen waktu sangat perlu diterapkan, sehingga kerajinan dan kedisplinan sudah terbentuk sejak mahasiswa. Kebiasaan baik ini menjadi bekal yang baik untuk sukses.

  1. Tataplah masa depan sebagai impian, dan jangan menyesal masuk UP45. Manfaatkan dengan baik peluang studi dengan memiliki sikap belajar yang mandiri. Selain menguasai Kompetensi inti, perlu juga diperkuat melalui pengalaman mengerjakan tugas-tugas kuliah. Selain itu perlu mengembangkan pribadi yang mampu bersaing secara sehat. Untuk itu mahasiswa dapat belajar untuk memperbaiki diri selama di UP45, karena psikologi adalah ilmu yang bisa diterapkan untuk mengembangkan pribadi. SDM yang tangguh atau unggul  memiliki 3 hal yang dibutuhkan untuk menguatkan hard skill, yaitu: soft skill, kemampuan berbahasa Inggris dan kemampuan menggunakan teknologi dan informasi dalam berkomunikasi. Semua itu dibingkai dalam Etika dan moralitas yang kuat.

  1. Catatan terakhir, sebagai mahasiswa sudah harus mulai bisa membangun dan memperluas Networking. Hal ini dilakukan baik teman sekuliah, seunit kegiatan, yang kemudian akan sangat berguna saat sudah menjadi alumni yang menyebar di mana pun. Kemampuan membina jejaring dimulai dari upaya membangun persahabatan yang saling membangun dan dapat dipercaya.

Soft skill yang dibutuhkan dan harus dikembangkan sejak mahasiwa:
  1. Learning how to learn : pengetahuan, keterampilan maupun kecakapan lain. Perubahan yang terjadi begitu cepat. Apa yang diketahui hari ini belum tentu bermanfaat untuk bekerja esok hari.
  2. Komunikasi dan kerja kelompok : menyampaikan maupun mendengarkan. Mampu bekerja sama secara efektif di dalam kelompok, berkolaborasi dan, menjadi network.
  3. Wawasan Bisnis Global (Enterpreneurship) : membaca keuntungan dan kerugian, serta mengevaluasi bisnis-bisnis potensial.
  4. Pemecahan Masalah : mengenali dan mendefinisikan masalah, dan mengimplementasikan metode pemecahan masalah yg tepat.
  5. Kepemimpinan :  mampuan memberdayakan bawahan maupun kelompok.
  6. Pengembangan Karir. Sebagai profesional, tidak hanya secara pasif mengikuti program-program yang sudah ada, tetapi harus memahami perkembangan, serta memiliki perencanaan karir pribadi.

Post a Comment
Tidak diperbolehkan adanya unsur sara dan kata-kata yang kurang terpuji

Back to Top