MEMENUHI HAK BERMAIN DAN HAK BEREKREASI PADA ANAK DI MASA PANDEMI

Diposkan oleh Label: di

 

IMPLEMENTASI MOU RADIO SONORA & UP45 YOGYAKARTA

 

Fx. Wahyu Widiantoro

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45

Yogyakarta

 

 

Masa pandemi seperti saat ini berdampak di berbagai aspek kehidupan termasuk hak-hak anak yang rentan terabaikan. Hak anak untuk mendapat pendidikan di sekolah, bermain di luar rumah, berkegiatan rekereasi hendaknya tetap terpenuhi. UP45 bekerjasama dengan Radio Sonora 97.4 FM Yogyakarta mendukung upaya berbagai pihak dalam pemenuhan hak-hak anak, disiarkan secara langsung pada 18 Agustus 2020.

 

Tema siaran yang diangkat yaitu tentang memenuhi hak bermain dan hak berekreasi pada anak di masa pandemi. Hal ini sesuai pula dengan yang tercantum dalam Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2011, tentang kebijakan pengembangan kabupaten atau kota layak anak. Bab II tentang Hak Anak, Nomor 4 yaitu tentang hak pendidikan, pemanfaatan waktu luang, dan kegiatan budaya.

 

Narasumber yang dihadirkan untuk membahas tema ditinjau dari dunia psikologi kali ini selain penulis juga hadir yaitu Rena Juwita Sari, S.Pd., M.Sc., Dosen Fakultas Teknik UP45 dan Yudha Andri Riyanto, S.Psi., dari Resource Development Yayasan Tunas Sekar Lintang, DIY. Antusiasme pendengar dalam mengikuti acara ini ditunjukkan dengan ragam pertanyaan serta pernyataan yang secara interaktif disampaikan ketika acara siaran berlangsung. Pendengar yang beruntung mendapat hadiah dari Two Hundred Sixty Six Coffe and Barber Shop sebagai salah satu sponsor yaitu pemilik nomor 081…08 dan 081…85.

 

“Anak yang biasanya dapat bersosialisasi dalam kegiatan belajar di sekolah harus tetap berada di rumah dan kehilangan waktu bersama teman serta guru. Maka hendaknya Orang tua melakukan beberapa hal untuk mengganti hal-hal yang biasa rutin dilakukan anak agar anak tidak mengalami stres dan tetap mendapatkan haknya untuk belajar serta bermain di luar rumah”, ungkap Rena.

 

Kegiatan berekreasi yang dapat dilakukan oleh anak tentu tetap dalam pendampingan dan pengawasan Orang tua. Tujuan rekreasi bagi anak lebih pada penyediaan suasana yang menyenangkan dan aman agar anak secara bebas berekspresi serta berkreasi. “Rekreasi tidak harus ke tempat wisata dan membutuhkan biaya yang mahal. Rekreasi dapat dilakukan dimanapun bahkan di dalam lingkungan rumah”, jelas Andri.

 

Berikut rangkuman dialog interaktif pendengar dengan para narasumber selama acara siaran berlangsung.

1)    Bapak Firendra, di Bantul. Bagaimana cara menjelaskan pada anak usia balita ketika Orang tua hendak melarang anak yang ingin bermain di luar rumah karena adanya virus di masa pandemi? Saya biasanya dengan cara menakut-nakuti anak.

Jawaban:

Sebuah kesempatan yang baik bagi Orang tua untuk mengajarkan kemampuan berdiskusi pada anak. Jelaskan situasi serta kondisi yang sedang terjadi secara jujur dengan bahasa yang dipahami oleh anak. Hindari cara-cara yang menakut-nakuti dengan tujuan hanya agar anak mengikuti kehendak Orang tua. Akan lebih baik ketika anak melakukan sesuatu berdasarkan kesadaran bukan karena rasa takut.

 

2)    Ibu Avizah di Jogja. Ketika ingin mengajak anak rekreasi, di manakah tempat yang tepat dan bagaimana cara memilih tempat rekreasi yang tepat bagi anak?

Jawaban:

Pilihlah tempat yang aman dan menyenangkan bagi anak agar anak dapat bebas berekspresi. Sesuaikan dengan tahap perkembangan dan usia anak.

 

3)    Bapak A’an di Jogja. Adakah tips bagi Orang tua dalam mendampingi anak di tengah kesibukan bekerja?

Jawaban:

Berusaha membagi waktu agar dapat memberi perhatian pada anak. Lakukan komunikasi yang efektif dan memberi kesempatan untuk mendengarkan anak.

 

4)    Bapak Toro, di SD Muhammmadiyah Karangturi. Bagaimana bila hak anak tidak terpenuhi, karena jenuh berada di rumah? Hal apa saja yang dapat dilakukan sebagai Guru?

Jawaban:

Guru melalui media komunikasi yang ada, dapat memberi saran serta ide tentang hal apa saja yang bisa dilakukan oleh Orang tua dalam mendampingi anak terlebih dalam kegiatan belajar di rumah. Misal memberi alternatif jadwal serta ragam kegiatan yang dapat dilakukan anak ketika di rumah.

 

5)    Bapak Nawang, di Pengok Bantul. Bagaimana menghadapi sikap anak yang cenderung meniru teman-temannya untuk bermain di luar rumah dan tidak mengenakan masker?

Jawaban:

Hendaknya Orangtua tetap memberi penyadaran tentang pentingnya disiplin diri pada anak agar anak lebih mampu menjaga dirinya sendiri. Ajak anak berdiskusi tentang pentingnya menjaga kesehatan dan jelaskan berbagai resiko yang dapat dialami.

 

Widiantoro, FW (18 Agustus 2020)

 

Post a comment
Tidak diperbolehkan adanya unsur sara dan kata-kata yang kurang terpuji

Back to Top