MENGAJARKAN HIDUP BERSIH PADA ANAK-ANAK PADA MASA PANDEMI

Diposkan oleh Label: di

 

IMPLEMENTASI MOU ANTARA RADIO SONORA DENGAN UP45

 

Fx. Wahyu Widiantoro

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45

Yogyakarta

 

 

Kebersihan merupakan kebutuhan mutlak manusia bila kita ingin hidup sehat, rapi dan nyaman. Terlebih di masa pandemi Covid-19, karena penyebaran virus tersebut sangat sulit untuk dideteksi, sehingga upaya yang harus kita lakukan adalah menjaga kebersihan dalam diri kita dan lingkungan agar virus Covid-19 tidak menjangkit pada tubuh kita. Pentingnya mengajarkan hidup bersih pada anak-anak pada masa pandemi, menjadi tema yang diangkat dalam dialog psikologi dan disiarkan secara langsung oleh  Radio Sonora 97.4 FM Yogyakarta, pada Selasa, 11 Agustus 2020, Pukul 11.00.-12.00.

Dra. Eny Sulistyowati, M.M., sebagai salah satu narasumber menjelaskan bahwa dalam sebuah keluarga anak cenderung akan meniru kebiasaan atau hal-hal yang dilakukan orang tua dan orang dewasa di sekitarnya. “Upaya yang paling mendasar dan bisa kita lakukan dalam mengajarkan hidup bersih pada anak adalah dengan memberikan contoh perilaku pola hidup bersih sehari- hari”, jelas Ibu Eny.

 

Pola hidup bersih dapat menambah nilai ekonomi bagi keluarga. Sampah rumah tangga dapat diolah menjadi sesuatu yang lebih berguna. “Kebiasaan hidup bersih mengurangi resiko terjangkit suatu penyakit, setidaknya mengurangi biaya kesehatan yang harus dikeluarkan bila ada anggota keluarga yang sakit”, ungkap ibu Eny, Dekan Fakultas Ekonomi UP45.

 

Upaya mengajarkan hidup bersih pada anak, tentu membutuhkan kesabaran untuk menjelaskan serta waktu berdiskusi dengan anak dalam menyampaikannya. “Pembiasaan hidup bersih dan sehat menjadi tugas dan tanggungjawab Orangtua dan guru pendamping di sekolah untuk menanamkan pada diri anak”, jelas Yudha Andri Riyanto, S.Psi., Alumni Psikologi UP45.

 

Rangkuman pertanyaan pendengar saat acara berlangsung dan jawaban penulis serta narasumber lainnya adalah sebagai berikut:

 

1)    Bapak Wiyono, di Polsek Kalasan Sleman. Bagaimana pola hidup bersih agar tidak tertular virus Corona?

Jawaban: Tingkatkan kesadaran kesehatan dan kebersihan. Cuci tangan sesering mungkin dan hindari menyentuh mata, hidung atau mulut dengan tangan yang belum dicuci. Jaga kebersihan kamar dengan baik, bersihkan lantai dan perabotan, pisahkan sampah rumah tangga dan bawa keluar sampah tepat waktu. Gunakan masker saat ke luar rumah.

 

2)    Ibu Indri, di Jogja. Apakah PHBS masih diadakan di sekolah?

Jawaban: PHBS tetap dilakukan di sekolah. Terlebih dalam situasi pandemi saat ini pihak sekolah diwajibkan melaksanakan sesuai protokol kesehatan dari pemerintah.

 

3)    Ibu Tyas, di Jogja. Bagaimana bila PHBS sudah dilakukan tapi ternyata masih terjangkit virus, apa yang selanjutnya harus dilakukan pihak sekolah?

Jawaban: Lakukan evaluasi secara rutin. Evaluasi tentang pelaksanaan protokol kesehatan, kelayakkan makanan yang ada di sekolah, fasilits kebersihan, kesehatan, dan lainnya.

 

4)    Bapak Budi, di Prambanan. Pada usia berapa anak bisa diajarkan untuk hidup bersih?

Jawaban: Sedini mungkin. Di usia balita anak cenderung meniru perilaku yang dilakukan oleh Orantua dan lingkungan sekitarnya. Maka penting adanya teladan tentang pola hidup bersih.

 

5)    Bapak Ananto, di Cikditoro. Saya memiliki penyakit Asma dan sangat terganggu bila ada tetangga yang membakar sampah. Bagaimana mensikapi hal tersebut?

Jawaban: Bisa mengajak tetangga tersebut untuk bersama mengelola sampah agar tidak dibakar. Misal diolah menjadi pupuk. Bisa juga koordinasi dengan RT, Karangtaruna dan masyarakat sekitar dalam pengelolaan sampah. Misal menggiatkan Bank Sampah.  

 

6)    Bapak Adi, di Papringan. Saya telah mengajarkan dan membiasakan hidup bersih pada anak-anak saya. Hal yang masih belum berhasil yaitu mengajarkan hidup sehat terkait anak yang tidak suka makan buah dan sayur. Bagaimana menghadapi hal tersebut?

Jawaban: Penting untuk diajarkan dan dibiasakan kepada anak untuk tidak hanya mengkonsumsi makanan yang disukainya saja. Ajak berdiskusi tentang berbagai asupan gizi yang dibutuhkan dan penting bagi kesehatan tubuh.

 

7)    Ibu Manik di Pakualaman. Apakah istilah “Berani Kotor” bagi anak-anak saat ini masih relefan?

Jawaban: Usia anak-anak merupakan usia pengenalan dan pembelajaran. Mereka cenderung suka bereksperimen dan mencoba hal baru. Kotor merupakan kondisi yang tidak dapat dihindari dalam dunia anak. Tugas Orangtua dan pendamping bagi anak-anak yaitu mengajarkan keterampilan-keterampilan bagi anak untuk membersihkan diri ketika mengalami kotor.

 

8)    Bapak Toro, di Jogja. Bagaimana menghadapi sikap anak yang menentang ketika diedukasi tentang PHBS?

Jawaban: Gunakan kata-kata yang dipahami oleh anak-anak. Edukasi dapat menggunakan cara berdiskusi atau cerita-cerita tentang pentingnya kesehatan serta permainan yang menarik disertai penjelasan tentang kebersihan bagi anak.

 

9)    Ibu Heny di Perum. Kalasan. Bagaimana mengajarkan kemandirian dalam kebersihan pada anak, seperti misal membiasakan perilaku membuang sampah pada tempatnya?

Jawaban: Penting bagi Orangtua untuk memperhatikan fasilitas pendukung dalam proses pengajaran kebersihan. Misal anak diajak berdiskusi dan membuat kesepakatan tentang fungsi dan letak tempat sampah yang tepat dan sesuai dengan keinginan anak.

 

10) Ibu Dewi di Baciro. Bagaimana sebagai Orang tua bersikap, terhadap kondisi saat ini banyak orang yang telah mengabaikan situasi pandemi sehingga anak-anak tidak menangkap kesan negatifnya?

Jawaban: Tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Tugas Orangtua memberi pemahaman pada anak berdasar berita serta sumber informasi yang terpercaya tentang resiko tertular pandemi Covid-19.

 

Kesimpulan, mengajarkan hidup bersih pada anak-anak pada masa pandemi seperti saat ini merupakan tanggungjawab bersama setiap lapisan masyarakat baik Orang tua, serta guru pendamping di sekolah. Penanaman nilai kebersihan sejak dini akan mengembangkan kesadaran untuk menjaga kebersihan diri sendiri dan sekitarnya. Upaya mengajarkan kebiasaan hidup bersih bermanfaat untuk menjauhkan anak dari resiko berbagai penyakit serta

dapat menjadi nilai tambah secara ekonomi dalam keluarga.

 

Pendengar yang mengirimkan pertanyaan dan beruntung mendapatkan hadiah dari Two Hundred Sixty Six Coffe and Barber Shop sebagai salah satu sponsor, yaitu pemilik nomor 081…09 dan 085…04. Terima kasih kepada seluruh Sahabat Sonora 97.4 FM Yogyakarta.

           

 

Widiantoro, FW (11 Agustus 2020)

Post a comment
Tidak diperbolehkan adanya unsur sara dan kata-kata yang kurang terpuji

Back to Top