Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Responsive Advertisement

PENDIDIKAN DISIPLIN PADA ANAK MELALUI KEBIASAAN PEMILAHAN SAMPAH

 

KEGIATAN PENGABDIAN DOSEN & MAHASISWA UP45

DI RADIO SONORA YOGYAKARTA

Fx. Wahyu Widiantoro, S.Psi., MA

Fakultas Psikologi UP45

Yogyakarta

 


Pendidikan disiplin pada anak melalui kebiasaan pemilahan sampah merupakan pembelajaran mengenai peningkatan disiplin diri melalui metode pembiasaan membuang sampah bagi anak. Harapannya anak-anak mampu menentukan, memahami dan melaksanakan peraturan mengenai disiplin membuang sampah tanpa paksaan dan tekanan. Demikian tema dalam acara yang disiarkan secara langsung hasil kerjasama UP45 dan Radio Sonora 97.4 FM Yogyakarta (26/1).

 

“Bila bukan kita siapa yang akan menjaga bumi, beserta lingkungan ini? Tujuan disiplin membuang sampah yaitu penyadaran kepada anak agar memperlakukan lingkungan sekitar secara bertanggung jawab”, jelas Arni Dewi Boronnia, ST, M.Sc., alumni Wageningen University The Netherland, aktivis lingkungan hidup sebagai salah satu narasumber.

 

Berikut merupakan rangkuman dari ragam pertanyaan pendengar radio saat acara berlangsung dan jawaban dari penulis dan narasumber lainnya.

 


1) Bapak Andri, di Giwangan. Bagaimana cara memilah sampah yang dapat digunakan sebagai media bermain bagi anak?

Jawaban: Sampah dapat diolah sebagai media bermain bagi anak tentunya setelah dibersihkan. Dipilih sampah dari bahan yang tidak membahayakan bagi anak. Misal dari kardus pembungkus barang, botol kemasan minuman dan sebagainya.

2) Ibu Yani, di Bantul. Bagaimana membangun kebiasaan menjaga kebersihan pada anak?

Jawaban: Orang dewasa di lingkungan sekitar anak diharapkan memiliki kebiasaan menjaga kebersihan terlebih dahulu. Lebih pada memberi teladan yaitu contoh nyata yang dapat dilihat oleh anak.

3) Ibu Neni, di Sleman. Bagaimana cara mensikapi anak yang selalu lupa dalam meletakkan barang?

Jawaban: Perlu adanya pembiasaan bagi anak untuk mampu menata benda-benda pribadinya seperti alat permainan, alat tulis, buku dan sebagainya dengan metode pengelompokkan yang sederhana. Dapat pula ditempelkan tulisan sebagai pengingat, misal “Kembalikan barang pada tempatnya”.

4) Mba Fikri Aulia Madani, di UMY. Bagaimana pengaruhnya bila anak yang sudah dididik untuk menjaga kebersihan tapi anak pun melihat pola hidup tetangga yang tidak memberi teladan yang baik?

Jawaban: Disiplin diri dalam pembiasaan membuang sampah hendaknya terbangun dalam diri anak berdasar pemahaman dan kesadaran anak serta tanpa paksaan dan tekanan.

5) Mas Rio Wahyu Nugroho, di Babarsari. Bagaimana membentuk karakter bersih lingkungan pada anak?

Jawaban: Orang tua dan guru dapat memberikan contoh nyata sebagai teladan bagi anak tentang perilaku disiplin dalam menjaga kebersihan. Penting juga adanya pemberian penghargaan kepada anak ketika anak mampu melakukan hal yang serupa. Penghargaan dapat berupa sebuah pujian dan pernyataan yang mampu menguatkan bagi anak sehingga berakibat anak cenderung mengulangi hingga terbiasa secara sadar untuk melakukan perilaku yang sama tersebut.

6) Mas Nico Hari Al-Fari, di Seturan. Bagaimana bila anak memiliki pemikiran yang tidak peduli terhadap lingkungan?

Jawaban: Penting adanya pemahaman bahwa menjaga lingkungan sekitar merupakan tanggungjawab bersama. Pemahaman dalam diri anak dapat dibangun dari sebuah pengertian tentang resiko serta dampak yang dapat terjadi bila lingkungan tidak dijaga dengan baik. Misal penjelasan tentang dampak polusi udara, bencana banjir, dan sebagainya.

 

Siaran ini terlaksana berkat kolaborasi beberapa dosen dan mahasiswa UP45 yakni:

§  Dosen Fx. Wahyu Widiantoro, S.Psi., MA sebagai nara sumber utama

§  Dosen Dr. Arundati Shinta sebagai kontibutor ide dan acara, serta publikasi.

§  Mahasiswa Tris Sabila Rahmah sebagai disainer poster.

 

Pendengar yang telah mengirim pertanyaan menarik dan beruntung mendapat hadiah berupa pulsa cellular yaitu pemilik nomor 085…00. Terima kasih kepada seluruh Sahabat Sonora 97.4 FM Yogyakarta.

 

Widiantoro, FW (26 Januari 2021)

Post a comment

0 Comments