Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Responsive Advertisement

PENDIDIKAN REPRODUKSI PADA ANAK DI DESA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PERKAWINAN ANAK

 

KEGIATAN PENGABDIAN DOSEN & MAHASISWA UP45

DI RADIO SONORA YOGYAKARTA

Fx. Wahyu Widiantoro, S.Psi., MA

Fakultas Psikologi UP45

Yogyakarta

 


Pemerintah pusat memiliki kebijakan untuk meningkatkan kualitas anak, perempuan, dan pemuda. Salah satu strateginya yaitu penguatan koordinasi dalam upaya pencegahan perkawinan anak. Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan pembagian peran dari tingkat pusat hingga desa. Dialog tentang pendidikan reproduksi pada anak di desa sebagai upaya pencegahan perkawinan anak disiarkan secara langsung hasil kerjasama antara Fakultas Psikologi UP45 dengan Radio Sonora 97.4 FM (19/1).


 

Dampak perkawinan di usia anak sangat banyak ke depannya baik segi ekonomi, psikologi, sosial-budaya, hingga pembentukkan SDM baru yang lahir dari perkawinan usia anak. “Kekerasan dalam rumah tangga sering kali terjadi pada pasangan perkawinan usia anak. Maka perlu peranan orang tua mengusahakan agar pernikahan dilakukan pada pasangan yang sudah dewasa”, tandas Yudha Andri Riyanto, S.Psi., Alumni Fakultas Psikologi UP45 Yogyakarta dari Resource Development Yayasan Tunas Sekar Lintang, DIY.

Berikut merupakan rangkuman dari ragam pertanyaan pendengar radio saat acara berlangsung dan jawaban dari penulis dan narasumber lainnya.

1) Ibu Putri, di Jetis Bantul. Bagaimana mengatasi anak yang sudah terlanjur salah dalam memahami pendidikan seks, karena terlanjur nonton film porno?

Jawaban: Hendaknya Orang tua tetap mampu bijaksana dan tidak sekedar menyalahkan anak. Perkembangan teknologi yang pesat saat ini mengakibatkan segala informasi pun sangat mudah diakses oleh anak termasuk hal yang belum sesuai dengan perkembangan usia anak. Anak didampingi, berikan informasi tentang pendidikan seks secara jujur tentu sesuai dengan tingkat kemampuan pemahaman anak. Jelaskan pada anak berbagai resiko serta dampak yang mungkin terjadi bila anak salah memahami perihal  film porno.    

2) Ibu Fika, di Jogja. Bagaimana penerapan body maping yang tepat?

Jawaban: Sesuaikan dengan tahap perkembangan pemahaman anak. Gunakan kata yang formal dan bahasa yang tepat serta mudah dipahami oleh anak. Pelaksanaan metode body maping, misal diawali dengan memisahkan kelompok anak laki-laki dan perempuan. Salahsatu anak dalam kelompok diminta untuk tidur di atas kertas, dan menggambar pola badannya. Selanjutnya pendamping menjelaskan tentang nama serta fungsi dari setiap detil bagian tubuh anak. Bagian tubuh yang boleh dipegang oleh orang lain dan yang tidak boleh, serta penjelasannya, dan seterusnya.

3) Ibu Anisa, di Bantul. Bagaimana cara menjawab pertanyaan dari anak tentang “Adik bayi di perut ibu datang dari mana?” Bagaimana menjelaskan tentang perbedaan alat kelamin pada anak-anak, apakah menggunakan gambar atau perlu dengan cara ditunjukkan?

Jawaban: Cara menjawab pertanyaan anak, yaitu dengan mementahkan atau membalikkan pertanyaan kepada anak. Misal “Bagaimana menurut mu?”. Jawaban anak menjadi dasar dalam memberikan penjelasan selanjutnya. Penjelasan tentu disesuaikan dengan tahap pemahaman anak. Penjelasan tentang perbedaan alat kelamin pada anak-anak, dapat dimulai dari diri anak. Orang tua menjelaskan tentang bagian-bagian tubuh serta perbedaan dengan yang dimiliki oleh lawan jenisnya. Penjelasan dapat menggunakan gambar, dapat pula dengan sebuah figure misal saudara atau anggota keluarga yang berlainan jenis.

4) ibu Neni, di Sleman. Kenapa anak perempuan jaman sekarang lebih dewasa daripada jaman dulu?

Jawaban: Lebih dewasa dalam artian fisik bisa disebabkan karena saat ini anak-anak cenderung mendapatkan nutrisi yang lebih serta perkembangan dunia kesehatan yang semakin baik. Lebih dewasa secara mental bisa disebabkan karena sistem pendidikan dan ilmu pengetahuan yang kian maju dan kemudahan akses berbagai informasi yang dibutuhkan.

Siaran ini terlaksana berkat kolaborasi beberapa dosen dan mahasiswa UP45 yakni:

§  Dosen Fx. Wahyu Widiantoro, S.Psi., MA sebagai nara sumber utama

§  Dosen Dr. Arundati Shinta sebagai kontibutor ide dan acara, serta publikasi.

§  Mahasiswa Tris Sabila Rahmah sebagai disainer poster.

Pendengar yang telah mengirim pertanyaan menarik dan beruntung mendapat hadiah berupa pulsa cellular yaitu pemilik nomor 085…15. Terima kasih kepada seluruh Sahabat Sonora 97.4 FM Yogyakarta.

 

Widiantoro, FW (19 Januari 2021)

 

Post a comment

0 Comments