Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Responsive Advertisement

MEMBERIKAN EDUKASI KEPADA ANAK TENTANG TOLERANSI

 

KEGIATAN PENGABDIAN DOSEN & MAHASISWA UP45 SERTA PEJABAT PADA DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN, PERLINDUNGAN ANAK DAN PENGENDALIAN PENDUDUK DIY DI RADIO SONORA YOGYAKARTA

Fx. Wahyu Widiantoro, S.Psi., MA

Fakultas Psikologi UP45

Yogyakarta

 


Upaya memberikan edukasi toleransi kepada anak menjadi hal yang penting karena keberadaan manusia sebagai mahluk sosial. Manusia dalam berinteraksi membutuhkan nilai-nilai yang dapat memberi aspirasi, mengarahkan, dan menjaga kehidupannya. Apa dan bagaimana edukasi toleransi kepada anak dibahas dalam dialog dan disiarkan secara langsung hasil kerjasama UP45 dengan Radio Sonora 97.4 FM Yogyakarta (23/2/2021).

 

“Realita yang terjadi bahwa masyarakat memiliki ragam pemahaman yang berbeda. Adanya kasus kecil menjadi besar lebih disebabkan karena peranan media sosial yang berpotensi memicu terjadinya intoleran. Toleransi harus terus disosialisasikan, dikembangkan, di setiap lapisan masyarakat”, jelas R. Giat Tri Sambodo, SE., MIP., Kasie. Pemenuhan dan Perlindungan Hak Anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Dan Pengendalian Penduduk DIY, sebagai salah satu narasumber.

 

Toleransi dapat diartikan sebagai sikap atau tindakan menghargai perbedaan. Adanya toleransi maka seseorang akan memperlakukan orang lain dengan baik dan pengertian, menentang permusuhan, kekejaman, kefanatikan, serta menghargai orang lain demi terciptanya keharmonisan dan persatuan.

 


Pentingnya pendidikan toleransi diberikan pada anak-anak karena pada anak terlebih di fase usia dini mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan luar biasa sehingga menjadi masa yang tepat untuk melakukan pendidikan. Pendidikan toleransi pun hendaknya dapat diberikan pada anak-anak sebelum anak memasuki dunia sekolah.

 

Berikut merupakan rangkuman dari ragam pertanyaan pendengar radio saat acara berlangsung dan jawaban dari penulis dan narasumber lainnya.

 

1)    Ibu Ratri di Bantul. Bagaimanakah cara pengenalan toleransi kepada anak di PAUD, usia 3-4 tahun?

Jawaban: Anak usia dini memiliki beberapa karakter, antara lain yaitu menirukan gerakan atau perilaku orang terdekat, maka Orang tua, guru, pendamping hendaknya lebih memahami dan mampu bersikap secara toleran. Anak suka bermain, maka nilai-nilai toleransi dapat diperoleh dari pembentukan hubungan timbal balik dan menemukan keunikan yang dimiliki orang lain ketika bermain. Anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, maka Orang tua, pendamping diharapkan terus mengembangkan wawasan serta lebih mampu memberi informasi secara jujur kepada anak.

 2) Bapak Andri, di Jogja. Bagaimanakah mengajarkan pendidikan multikultural khususnya toleransi pada anak usia dini?

Jawaban: Materi pengajaran nilai toleransi dapat terdiri dari pengenalan serta pengembangan tentang Penghargaan terhadap diri sendiri, Penghargaan terhadap orang lain, Penghargaan terhadap perbedaan budaya yaitu kesediaan seorang individu untuk menerima kehadiran orang lain yang berbeda dengan dirinya dan Penyelesaian konflik secara damai.

 

Siaran ini terlaksana berkat kolaborasi beberapa dosen dan mahasiswa UP45 yakni:

§  Dosen Fx. Wahyu Widiantoro, S.Psi., MA sebagai nara sumber utama

§  Bapak R. Giat Tri Sambodo, SE., MIP., Kasie. Pemenuhan dan Perlindungan Hak Anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Dan Pengendalian Penduduk DIY.  

§  Dosen Dr. Arundati Shinta sebagai kontibutor ide dan acara, serta publikasi.

§  Mahasiswa Tris Sabila Rahmah sebagai disainer poster.

 

Pendengar yang telah mengirim pertanyaan menarik dan beruntung mendapat hadiah berupa pulsa cellular yaitu pemilik nomor 089…54. Terima kasih kepada seluruh Sahabat Sonora 97.4 FM Yogyakarta.

Widiantoro, FW (23 Februari 2021)

Post a comment

0 Comments