Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Responsive Advertisement

BELAJAR DIGITAL SOPAN SANTUN PADA ANAK

 

KEGIATAN PENGABDIAN DOSEN, PEJABAT & MAHASISWA UP45

DI RADIO SONORA YOGYAKARTA

Fx. Wahyu Widiantoro, S.Psi., MA

Fakultas Psikologi UP45

Yogyakarta

 


Pendidikan etika dalam bermedia sosial penting mendapat perhatian lebih saat ini. Kondisi bahwa terdapat banyak ujaran kebencian di media sosial yang dilakukan oleh individu yang rerata berusia dewasa tentu menjadi contoh yang buruk bagi anak-anak. Dialog dengan tema “Belajar digital sopan santun pada anak” ini disiarkan secara langsung hasil kerjasama UP45 dengan Radio Sonora 97.4 FM Yogyakarta (9/3/2021).

 

Anak dan remaja saat ini banyak menghabiskan waktu dengan menggunakan internet. Terlebih pada masa pandemi, sekolah pun dilaksanakan secara daring. “Pengawasan dari orang tua sangat diperlukan. Orang tua harus mengajarkan bagaimana cara berperilaku dan memperlakukan orang lain ketika sedang online”, jelas RR. Putri Ana Nurani, SS., MM., selaku aktivis dan pemerhati dunia Anak sekaligus menjabat sebagai Kepala Bagian Kantor Urusan Internasional (KUI) UP45.

 


Anak-anak yang tumbuh di era globalisasi seperti saat ini begitu piawai menggunakan teknologi. Perlu ada pengawasan, pendampingan yang tepat untuk mengajarkan tentang bagaimana sopan santun ketika sedang online dan berinteraksi dengan orang lain di dunia maya. Pendampingan yang tepat sebagai upaya agar anak tidak menyalahgunakan teknologi, melecehkan orang lain atau bahkan menempatkan mereka pada risiko cyberbullying.

 

Berikut merupakan rangkuman dari ragam pertanyaan pendengar radio saat acara berlangsung dan tanggapan dari penulis dan narasumber lainnya.

 

1)    Ibu Kirana, di Tegalrejo. Sopan santun digital sangatlah penting, dan bukankah di sekolah sudah masuk dalam pelajaran Budi Pekerti? Masalahnya, apakah di setiap sekolah juga mengajarkan perihal Budi Pekerti tersebut?

Jawaban: Pelajaran Budi Pekerti yang diajarkan lebih dipahami sebagai pola sopan santun dalam berinteraksi langsung. Tentu pola komunikasi secara langsung dan online sangatlah berbeda. Pembelajaran budi pekerti pada anak pun merupakan tanggungjawab orang tua dan tidaklah cukup di bebankan kepada pihak sekolah.

2)    Mas Kafi, di Jogja. Masalah sopan santun bagi anak jaman sekarang dirasa sebagai suatu hal yang cenderung ribet, dan tidak praktis. Minimnya literasi sehingga anak-anak tidak merasa perlu menerapkannya. Bagaimana meghadapi hal tersebut?

Jawaban: Sopan santun merupakan hasil budaya, semacam peraturan yang tidak tertulis dan sarat dengan makna saling menghormati. Tentu sulit dipahami bila individu tidak mengerti tujuan perilaku sopan santun. Oleh karenanya, perlu adanya pembelajaran dan menumbuh kembangkan sedini mungkin.

3)    Mas Ahmad Prasetyo, di Jogja. Adanya kebijakan pembelajaran jarak jauh, berdampak pada munculnya kejenuhan. Umumnya remaja melampiaskan kejenuhan tersebut di media sosial, salah satu nya dengan joged-joged yang tidak beraturan. Bagaimana mengatasi hal tersebut?

Jawaban: Joged atau tarian sebagai bentuk pelampiasan kejenuhan merupakan perilaku yang wajar sejauh tetap dilakukan sesuai norma sosial yang berlaku. Terlebih ketika diunggah di media sosial hendaknya tetap memperhatikan norma sosial yang dapat diterima oleh beragam budaya yang ada.

4)    Bapak Andri, di Jogja. Bagaimana mengatasi kecanduan game online pada anak usia 5 tahun?

Jawaban: Anak usia 5 tahun membutuhkan pendampingan yang lebih dari orang tua dan pendamping lainnya. Kecanduan game online cenderung terjadi karena orang tua memberikan kesempatan yang berlebih pula pada anak untuk melakukan perilaku tersebut. Hendaknya Orang tua dan pendamping mampu terlebih dulu memberi teladan dan tegas dalam menerapkan aturan bagi anak sebagai upaya mengatasi kecanduan game online tersebut.

Siaran ini terlaksana berkat kolaborasi beberapa dosen, alumni dan mahasiswa UP45 yakni:

§  Dosen Fx. Wahyu Widiantoro, S.Psi., MA sebagai nara sumber utama

§  Ibu RR. Putri Ana Nurani, SS., MM., sebagai aktivis dan pemerhati dunia Anak sekaligus menjabat sebagai Kepala Bagian Kantor Urusan Internasional (KUI) UP45.  

§  Dosen Dr. Arundati Shinta sebagai kontibutor ide dan acara, serta publikasi.

§  Mahasiswa Tris Sabila Rahmah sebagai disainer poster.

 

Pendengar yang telah mengirim pertanyaan menarik dan beruntung mendapat hadiah berupa pulsa cellular yaitu pemilik nomor 087…00. Terima kasih kepada seluruh Sahabat Sonora 97.4 FM Yogyakarta.

 

Widiantoro, FW (9 Maret 2021)

Post a comment

0 Comments